BOP Madin dan TPQ Diduga Disunat

by
KEJARI - Kejari Kabupaten Pekalongan saat ini tengah menyelidiki kasus dugaan penyimpangan BOP Madrasah. Foto Istimewa

**Kejari Lidik, Pengurus TPQ Diperiksa

KAJEN – Dunia pendidikan kembali tercoreng. Duit yang dialokasikan untuk Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) diduga malah dipotong. Ironisnya, prilaku ini terjadi di sekolah dibawah naungan Kementrian Agama (Kemenag). Saat ini kasus ini masih dalam penyelidikan Kejari Kabupaten Pekalongan.

Sekadar untuk diketahui, Kementrian Agama RI tahun 2020 memberikan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk Madrasah Diniyah, TPQ, dan Pondok Pesantren sebesar Rp 10 juta per sekolah. BOP dicairkan untuk membantu Madrasah Diniyah, TPQ, dan Pondok Pesantren, dengan ketentuan 30 persen untuk operasional dan 70 persen untuk membeli beberapa perlengkapan sekolah.

BOP di Kabupaten Pekalongan dikucurkan untuk 700 lebih TPQ, Madin, Ponpes. Untuk memperoleh BOP sendiri tidak mudah. Ada dua jalur. Jalur pertama melalui Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT). Jalur ke dua, melalui relawan Timses anggota DPR RI. Melalui Forum Komunikasi dan Relawan Timses itulah, BOP Madin, TPQ dan Ponpes sebesar 10 juta cair. Pencairan melalui rekening bank sekolah atau yayasan yang menaungi.

Nah saat BOP cair itulah tindakan yang diduga melawan hukum terjadi. Oknum dari forum itu kemudian “mewajibkan” pengurus Madrasah Diniyah, TPQ, dan Pondok Pesantren, untuk membeli sejumlah peralatan penangan covid 19 dari mereka. Peralatan diduga dijual dengan harga diluar kewajaran. Barang itu diantaranya masker untuk anak dan ustaz Rp 7500/ Pcs, alat pengukur tubuh/ termogan, alat pembersih udara lampu UV GermidicalGermidical, alat semprot Disinfektan, Kaca pelindung atau Fachield. Salah satu harga tak wajar alat pengukur tubuh/ termogan. Alat dengan mrek dan spesifik itu dipasaran dijual maksimal Rp 200 ribu. Namun oleh oknum ini dijual seharga Rp 900 ribu.

Tak hanya itu. Pengurus Madrasah Diniyah, TPQ, dan Pondok Pesantren, juga diwajibkan membeli bahan seragam batik serta buku dengan angka fantastis. Selain itu juga ada sodaqoh untuk proposal senilai Rp 500 ribu.