Obat COVID-19 ini Mulai Disebar di Kudus, Semoga Ampuh

by
Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan 2.500 dosis obat Ivermectin sebagai obat terapi untuk penderita penyakit virus corona guna dibagikan kepada masyarakat yang tersebar di tiga kecamatan, Senin (7-6-2021). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai menyalurkan obat COVID-19, Ivermectin, ke sejumlah rumah sakit, puskesmas, untuk menekan penyebaran virus paling mematikan tersebut.

Ivermectin merupakan obat yang kehadirannya dipelopori oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

“Ketika kami menyampaikan laporan tentang Ivermectin kepada Bapak Moeldoko, beliau segera memberikan arahan agar diurus izin edarnya supaya bisa diproduksi di dalam negeri dan tidak perlu impor lagi,” ujar Vice President PT Harsen Laboratories Sofia Koswara melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (10/6).

Menurut Sofia, pihaknya kini telah mengantongi izin edar Ivermectin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pada awalnya, Ivermectin memang tidak dikenal oleh masyarakat luas.

Namun, kini diedarkan dan diproduksi di negeri sendiri.

Setelah mendapatkan izin edar dari BPOM, Moeldoko yang secara resmi memelopori penyebarannya kepada masyarakat, dimulai di Kudus.

Hal itu juga dikarenakan Kudus saat ini menjadi daerah zona merah penularan COVID-19.

Berdasarkan data tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kudus hingga Rabu (9/6) siang, jumlah pasien terkonfirmasi positif dan dirawat di rumah sakit sebanyak 437 orang serta 1.509 orang menjalani isolasi mandiri.

Menanggapi keadaan darurat korban yang terus berjatuhan di Kabupaten Kudus, Ketua Umum HKTI Moeldoko bertindak cepat memelopori penyebaran Ivermectin yang disebut-sebut sebagai obat yang dapat melawan COVID-19.

Sementara itu, Bupati Kudus H.M. Hartopo mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan Ivermectin kepada masyarakat.

Disebutkan pula bahwa total bantuan yang diterima Pemerintah Kabupaten Kudus sebanyak 2.500 dosis.

“Kami distribusikan ke rumah sakit maupun puskesmas,” katanya.(Antara/jpnn)