Perusahaan Pembuatan Mobil Diecast Butuh Seribu Tenaga Kerja Baru, Buruan Daftar

by
Direktur PT Wanho menunjukan salah satu tahapan dari pembuatan Mobil Diecast jenis truk trailer yang akan dijual ke luar negeri.

BATANG – Kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Batang hingga saat ini masih tergolong tinggi. Salah satunya di PT Wanho Industries yang masih membutuhkan sekitar seribu tenaga kerja hingga akhir tahun ini.

Perusahaan asal China dan bergerak dibidang pembuatan mobil diecast atau replikas mobil tersebut setidaknya butuh sekitar 100 tenaga engineering dan selebihnya untuk tenaga lulusan SMA ataupun SMK.

“Kita akan melakukan perekrutan terhadap seribu tenaga kerja hingga akhir tahun ini. Sekitar 100 diantaranya tenaga ahli, diantaranya desain grafis dan teknik lainnya,” ungkap Direktur PT Wanho Industries Indonesia, Andrew R. Tuah disela-sela mendampingi Bupati Batang, Wihaji yang melakukan kunjungan kerja, Kamis (10/06/2021).

Dijelaskan, hasil produksi replika mobil yang dibuat di pabrik Wanho yang berada di Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih tersebut diekspor ke luar negeri. Untuk pangsa pasarnya sendiri diantaranya China, Amerika Serikat, Australia dan beberapa negara lainnya.

“Produksi kita saat ini memang untuk dipasarkan ke luar negeri. Namun tidak menutup kemungkinan ke depannya juga dijual di Indonesia, tergantung kebutuhan dan daya beli di pasaran. Dan untuk saat ini, kita masih akan terus menggenjot produksi, salah satunya dengan melakukan penambahan tenaga kerja,”

Bupati Batang, Wihaji yang melakukan peninjauan ke PT Wanho mengatakan, dari hasil dialog dengan sejumlah pekerja, mayoritas berasal dari Kabupaten Batang. Seperti Subah, Limpung dan beberapa daerah lainnya

“Sejumlah pekerja yang saya ajak dialog berasal dari Limpung ataupun Subah. Mereka telah bekerja sejak perusahaan pertama kali beroprasi. Dan untuk gaji sendiri, bisa dikatakan jauh di atas UMK, belum lagi ditambah uang lemburan,” beber Bupati Wihaji.

Bupati menyampaikan, pihak perusahaan sendiri saat ini masih butuh banyak tenaga kerja. Termasuk yang dari lulusan SMA ataupun SMK, dan mayoritas dari wilayah Batang.

“Ini bukan ego sektoral, namun sebagai upaya untuk mengurangi angka pengangguran dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, apalagi yang berada di sekitar pabrik. Karena itulah, kita telah mengambil langkah-langkah agar perusahaan yang ada di Batang ini harus memprioritaskan tenaga lokal,” kata Wihaji.

Untuk melamar pekerjaan di Wanho ataupun perusahaan liannya di Batang, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga sudah meluncurkan aplikasi Batang Career. Melalui aplikasi tersebut, pencari kerja bisa melihat informasi lowongan ataupun mendaftar cukup dari rumah.

“Sedangkan untuk kebutuhan tenaga kerja baru yang sudah memiliki skill, kita juga siap memberikan pelatihan sesuai dengan ketrampilan yang dibutuhkan perusahaan,” tandas Wihaji. (don)