Banyak Pemilik Usaha Tolak Taping Box

by
Agus Dwi Lestari, Kepala Bakeuda Kendal

*Target 100, Bakeuda Baru Pasang 80

KENDAL– Banyak hotel, restoran dan kafe (horeka) di Kabupaten Kendal yang menolak untuk dipasang alat perekam transaksi elektronik belanja (taping box). Padahal, tahun ini Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kendal menargetkan 100 alat perekam transaksi elektronik belanja di horeka di Kendal.

“Dengan adanya penolakan itu, kami (Bakeuda) kesulitan untuk memasang alat perekam transaksi elektronik belanja.” kata Kepala Bakeuda Kendal, Agus Dwi Lestari, kemarin.

Dijelaskan, persebaran horeka di Kabupaten Kendal mencapai 157 tempat usaha. Adapun rinciannya, yakni hotel ada 26, lalu restauran sebanyaak 86, dan 45 kafe. Sayangnya, dari target pemasangan 100 taping box, hingga kemarin baaru 80 alat yang terpasang.

Alat perekam transaksi ini berfungsi sebagai untuk merekam semua data transaksi belanja yang dilakukan oleh wajib pungut pajak. “Sehingga meminimalisir pelanggaran pengusaha horeka untuk tidak menyetorkan 10 persen dari pendapatannya sebagai pajak penghasilan daerah,” ungkapnya.

Dikatakan Agus Dwi, pihaknya sebenarnya sudah bekerja sama dengan Bank Jateng, yakni sebagai mitra yang menyediakan alat perekam transaksi belanja. Kebanyakan pengusaha horeka yang menolak pemasangan taping box itu beralasan beban pajak yang terlalu memberatkan. “Sehingga dinilai akan mengurangi pendapatan mereka,” ujarnya.