Bangkit dari Pandemi, Eks Migran Seriusi Budidaya Lele

by
BUDIDAYA LELE - Masyarakat eks migran dari Desa Kemiri Barat Subah saat membudidayakannya lele.

BATANG – Pandemi Covid-19 belum beranjak dari Indonesia, meski begitu geliat ekonomi harus tetap berjalan untuk kebutuhan hidup. Hal inilah yang membuat anggota eks migran dari Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah tengah rajin menyeriusi budidaya lele. Usaha yang dirintis sekitar setahun lalu ini pun diharapkan bisa menjadi peluang ekonomi baru bagi para anggota eks migran.

“Sementara masih rutinan untuk budidaya lele pembesaran dan pemijahan. Untuk pembesaran dalam tiga bulan sekali sudah bisa panen sekitar 50 kilogram sehari. Sedangkan untuk pemijahan bisa panen dalam 40 hari sekali,” jelas Dika, Koordinator Pemberdayaan Desmigratif Kemiri Barat, Subah, Selasa (8/6/2021).

Dijelaskan, sementara ini kelompok budidaya lele terdiri dari lima orang yang aktif. Di mana keseluruhannya merupakan laki-laki. Ke depan pihaknya siap melibatkan peran perempuan untuk ditugaskan dalam pengolahan lele. Harapannya, mereka bisa memasarkan produk olahan lele langsung ke pembeli.

“Rencana kami mau membuat produk kemasan. Saat ini sedang mencari ide produk olahan dari lele. Nanti kalau sudah ada idenya kami libatkan juga warga perempuan desa untuk bisa mengembangkan usaha ini,” imbuhnya.

Pendamping Kewirausahaan Disnaker Batang, Tatik Setianingsih menjelaskan, di Desa Kemiri Barat ini pendampingan baru berjalan sekitar setahun. Ia mengapresiasi program budidaya ini, lantaran meski masih ada beberapa kendala hasil yang diperoleh cukup baik.

“Hasilnya sudah cukup baik. Hanya saja belum maksimal karena masih terbatasnya lahan dan tenaga. Sementara untuk hasil panen masih dijual secara ecer dan juga ke pengepul. Rencana ke depan, ibu-ibu mengaktifkan pengolahan lele kemasan dan hidroponiknya. Semoga bisa menjadi sumber penghasilan warga agar tidak kembali menjadi buruh migran dan tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19,” harapnya. (nov)