717 Calhaj Asal Batang Gagal Berangkat, untuk Biaya Administrasi Tak Ada yang Ditarik

by

BATANG – Sebanyak 717 calon jemaah haji asal Kabupaten Batang, dipastikan batal berangkat ke tanah suci tahun ini. Meski demikian, tidak ada satupun calon yang menarik administrasi biaya haji yang sudah disetorkan.

“Sebanyak 717 calon jamaah haji yang tidak berangkat pada pelaksanaan ibadah haji tahun 1442 Hijriyah atau 2021 Masehi. Tetapi, sejauh ini tidak ada calon jamaah haji yang menarik administrasi biaya haji yang sudah disetorkan,” ungkap Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Luthfi Hakim saat ditemui di Kantor Kemenag Kabupaten Batang, Selasa (8/6/2021).

Luthfi menjelaskan, pemerintah secara resmi membatalkan keberangkatan jamaah haji Indonesia tahun 2021. Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 tentang pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun ini.

Akibat pembatalan tersebut sempat ada kekecewaan. Namun calon jamaah haji dapat menerima dengan lapang dada atas pembatalannya sesuai keputusan yang telah disampaikan Pemerintah.

“Saya memastikan, bahwa bagi calon jamaah haji yang tertunda keberangkatannya tahun ini akan menjadi prioritas utama untuk penyelenggaraan tahun yang akan datang, selama yang bersangkutan memenuhi ketentuan yang berlaku,” terang Luthfi.

Lebih lanjut dijelaskan, tujuan pembatalan dari Pemerintah adalah untuk melindungi jamaah haji Indonesia dari sisi kesehatan, karena kerajaan Saudi Arabia belum memberikan tanggapannya terkait pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji.

Bagi calon jamaah haji nantinya yang akan ditarik kembali oleh pemerintah hanya paspornya saja, karena paspor sendiri harus sesuai dengan tanggal pemberangkatan, kalau dokumen administrasi calon jamaah haji yang tertunda ini sudah lengkap semuanya tinggal melunasi biaya pembayaran.

“Jika pada jadwal pelaksanaannya calon jamaah haji meninggal, nantinya seorang wali keluarga dapat mengkonfirmasi kepada Kemenag Kabupaten Batang untuk pengembalian dana atau bisa digantikan orang yang berangkat ibadah haji yang ditentukan seorang wali keluarga, seperti istri, suami, dan anak kandungnya,” tandas Luthfi. (don)