Satu Pedagang Satu Kios

by
PASAR - Polemik Penempatan Pasar Baru Kedungwuni terus bermunculan.

**Saran Dewan Terkait Pasar Kedungwuni
**Pengelolaan Diwacanakan Melalui Perumda

KAJEN – Polemik penempatan Pasar Baru Kedungwuni terus bermunculan. Untuk mengantisipasi, DPRD Kabupaten Pekalongan menyarankan agar kedepan satu pedagang hanya memiliki satu kios. Dalam pengelolaan juga diwacanakan melalui Perusahaan Umum Milik Daerah (Perumda). Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, kemarin. Kata dia, penempatan Pasar Kedungwuni perlu persiapan teknis yang matang.

“Kami minta untuk penempatan pasar baru, satu orang hanya memiliki satu kios. Jadi tidak ada lagi juragan kios. Ada satu orang memiliki 10 kios tapi dia bukan pedagang kemudian disubkan yang memakai orang lain. Itulah yang harus kita tertibkan agar satu orang satu kios. Mereka yang memiliki lebih satu harus dialihkan nama anak atau keluarga,” katanya.

Dijelaskan, evaluasi penempatan tersebut sesuai hasil kunjungan di Pasar Banyumas yang berhasil menerima juara percontohan tingkat nasional. Dari kajian tersebut, Pemkab diminta mulai mendasain agar pengelolaan sebaik mungkin menggunakan Perumda /BUMD. Dengan pengelolaan BUMD maka mampu mengurangi beban anggaran dari Pemerintah Daerah.

“Kita mulai mendesain untuk pengelolaan pasar melalui Perumda seperti daerah lain di Tanggerang, ” lanjutnya.
Sekadar untuk diketahui, sebelumnya sejumlah aktivis yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sipil (Formasi) mendesak percepatan penampatan pasar baru Kedungwuni. Desakan dilakukan dengan mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Pekalongan, Rabu (02/06/2021).

Para aktivis Formasi Kabupaten Pekalongan ditemui langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hj Hindun didampingi Wakil Pimpinan Sumar Rosul dan Masudah di ruang rapat setempat. Dalam pertemuan dibahas desakan penempatan pasar baru Kedungwuni, karena secara fisik telah selesai dibangun namun hingga kini belum dioperasikan. Infonya, mundurnya penempatan pasar baru karena sarana dan prasarana pasar belum rampung dibangun. (Yon)