Materi Latihan Copet, Ambil Kelereng di Air Panas Dengan 2 Jari

by
Pelaku Alwan saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Pekalongan, Selasa (11/5). Foto: NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG

Pria asal Banjarnegara Alwan (37) tertangkap basah mencopet di Pasar Kajen, Pekalongan.

Wajahnya babak belur, tetapi masih selamat setelah diamuk massa.

Kepada polisi, Alwan mengaku pernah menimba ilmu mencopet di Wonosobo.

Saat dihadirkan dalam gelar perkara di Polres Pekalongan, kedua tangannya diborgol. Mengenakan baju tahanan berwarna biru nomor 12.

Wajahnya sudah berbeda dengan yang ada video amatir saat ia kali pertama diseret-seret dan dipukuli massa. Tampak luka memar dan bengkak di beberapa bagian wajahnya, terutama di kedua pelipis matanya.

”Kali ini saya kapok,” kata dia seperti dilansir Radar Semarang.

Alwan tertangkap basah di sebuah kios di Pasar Kajen pada Senin (10/5).

Itu bukan hari pertama dia beraksi di pasar itu.

Beberapa hari sebelumnya, ia sudah mencopet di sana dengan lancar.

“Saya lupa yang hari pertama itu dapat berapa. Yang kemarin Senin (10/5) itu dapat Rp 750 ribu,” ungkapnya.

Dalam aksinya, Alwan tak mengincar uang di dompet. Ia menyasar uang yang tak disimpan dalam dompet.

“Terutama di saku-saku samping,” katanya.

Dalam gelar perkara do mapolres beberapa hari yang lalu, Alwan diminta mempraktikkan aksinya.

Kapolsek Kajen Iptu Isnovim berperan menjadi korban. Alwan hanya butuh dua jari (telunjuk dan tengah) untuk mencomot uang dari saku korban.

Alwan mengatakan, aksinya akan lebih mudah dilakukan di tempat-tempat ramai dan berdesakan.

”Untuk memastikan saku ada uang atau tidak, saya raba dulu dari luar,” ujarnya.

Alwan mengaku, butuh waktu lama untuk mempunyai keahlian mencopet.

Bahkan ia pernah berlatih dengan seseorang di Wonosobo.

Salah satu materi latihannya yakni mengambil kelereng di air panas dengan dua jari.

“Jadi butuh kecepatan biar jari tidak panas. Itu melatih kecepatan tangan,” katanya.

Kapolsek Kajen Iptu Isnovim mengatakan, Alwan beraksi bersama komplotannya. Empat orang termasuk Alwan.

Mereka semua berasal dari Kabupaten Banjarnegara.

“Berangkat ke Pasar Kajen janjian dulu di wilayah Linggo Asri,” ucapnya.

Dia menambahkan, Alwan merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama. Dalam kasus kali ini, Alwan dijerat pasal 363 dengan ancaman hukuman satu tahun penjara. (nra/bas/jpnn)