Bupati Batang Serukan agar Tidak Menyepelan Covid-19, Namun Jangan Takut Berlebihan

by
Bupati Wihaji saat memberi sambutan sebelum pelaksaan sholat Idul Fitri di Masjid Agung Darul Muttaqim Batang. Istimewa

Batang – Masjid Agung Darul Muttaqim Batang menggelar ibadah salat Idulfitri 1442 H/13 Mei 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Setiap jamaah diwajibkan tes suhu badan, memakai masker dan shafnya pun berjarak. Kondisi tersebut membuat ribuan jamaah ada yang melaksanakan salat hingga alun – alun Batang.

Penerapan Prokes juga berlaku bagi Bupati Batang, Wihaji beserta Forkopimda pun tidak lepas dari pengecakan suhu badan sebelum memasuki lingkungan masjid. Sedangkan pelaksanaan salat Idulfitri sendiri dimulai pukul 07.00 WIB dengan imam KH. Muhammad Thoha Al Hafidz dan khotib KH. Drs Saefudin Zuhri.

Bupati Wihaji dalam sambutan sebelum melaksanakan salat mengatakan, tahun ini memang beda tidak seperti tahun kemarin. Pasalnya, umat muslim diperbolehkan salat Idulfitri walaupun dengan suasana yang sama di masa pandemi Covid-19, namun dengan penerapan Prokes Ketat.

“Pandemi yang melanda dunia sampai saat belum berakhir. Seluruh pihak saat ini masih mencari formula yang tepat untuk menghentikan Pandemi, agar masyarakat dapat kembali hidup normal,” ungkap Bupati Wihaji dalam sambutanya di Masjid Agung Darul Muttaqim Batang, Kabupaten Batang, Kamis (13/5/2021).

Bupati mengungkapkan, Wihaji per tadi malam Rabu (12/5/2021), kasus Covid-19 di Kabupaten Batang sudah mencapai 3.974 orang. Dari jumlah tersebut, kasus sembuh ada 3.706 orang, meninggal dunia 200 orang, isolasi mandiri 68 orang. Selain itu, juga ada 17 harus dirawat di rumah sakit dan 51 orang isolasi dirumah masing – masing.

“Saya meminta masyarakat Kabupaten Batang agar tidak takut dengan Covid-19, tetapi jangan menyepelekan. Kita harus bersahabat dengan cara mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak serta hindari kerumunan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut atas nama pemerintah Kabupaten Batang meminta maaf manakala ada pelayanan yang kurang pas dan perbuatan dan perkataan yang dapat menyinggung perasaan masyarakat selama satu tahun ini.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk berdoa agar pendemi dapat segera berakhir dan kehidupan masyarakat bisa kembali normal. “Saya juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Batang untuk bersama-sama berdoa agar tahun depan bisa dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan dan Idul Fitri. Semoga kedepan kondisi Kabupaten Batang juga akan lebih baik lagi,” tandas Bupati. (don)