Makam Habib Abu Bakar di Desa Kayugeritan

by
MAKAM HABIB ABU BAKAR - Makam Habib Abu Bakar bin Thoha bin Yahya tepat berada di tepi Jalan Raya Karanganyar-Kedungwuni, tepatnya di Desa Kayugeritan Kecamatan Karanganyar.

**Dipercaya Yang Membuka Desa Kayugeritan

KARANGANYAR – Maulana Habib Abu Bakar bin Thoha bin Yahya adalah satu dari sekian banyak ulama besar sekaligus pengembara yang akhirnya menetap di Pekalongan hingga akhir hayat. Ia bermukim dan dimakamkan di Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Lokasi komplek makam Habib Abu Bakar bin Thoha bin Yahya berada tepat di pinggir Jalan Raya Karanganyar-Kajen. Lokasinya di ujung utara Desa Kayugeritan.

Habib Abu Bakar berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat dulunya memilih menetap di Kayugeritan karena dekat dengan tempat tinggal ulama lain. Yakni Ki Ageng Cempaluk, ayah Bahurekso. Ki Ageng Cempaluk ini yang dikenal oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan sebagai orang pertama yang membuka wilayah Kesesi.

“Sementara Mbah Waliyullah Maulana Habib Abu Bakar bin Thoha bin Yahya adalah yang membuka Desa Kayugeritan ini,” kata Mbah Roso (71), Wakil Juru Kunci Makam Habib Abu Bakar, kemarin.

Menurut Mbah Roso, saat itu Desa Kayugeritan sepi dan belum memiliki nama. Hingga Habib Abu Bakar datang dan menetap di sana. Beliau lah, kata Mbah Roso, yang akhirnya memberi nama desa ini “Geritan”.

“Begitu cerita turun-temurun dari kakek saya yang juga pernah jadi juru kunci makam ini,” ucapnya.
Dalam Bahasa Indonesia, “geritan” berarti “goresan” atau “garis” atau “ukiran”. Kata Mbah Roso, kata tersebut dipakai karena kala itu belum banyak penduduk dan tempat tinggal.

“Hanya ada sebaris, seperti garis atau goresan. Jumlah rumahnya hanya sak geritan saja. Maka dinamai Desa Geritan,” katanya.