Dinperpa Temukan Daging Stok Lama

by
MONITORING - Petugas dari Dinperpa saat melakukan monitoring bahan pangan di sejumlah pasar rakyat dan supermarket.

*Monitor Bahan Pangan

KOTA – Tim Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, melaksanakan monitoring terhadap peredaran bahan pangan asal hewan di pasar rakyat dan pasar ritel modern diantaranya di Pasar Sorogenen dan Super Indo Pekalongan pada Kamis (5/5/2021) hingga Jumat (6/5/2021).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ilena Palupi mengungkapkan, dari hasil monitoring hari pertama, Kamis (5/5/2021), di salah satu pedagang pasar ditemukan daging stok lama yang dijual ke konsumen. Dari penuturan pedagang tersebut, ternyata stok daging lama itu pun memiliki pangsa pasar konsumen sendiri dan dijual dengan harga lebih murah sekitar Rp 70 ribu per kilogramnya dibandingkan daging segar dan berkualitas yakni Rp 110 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram.

“Di pasar tadi kami menemukan ada penjual yang masih menjual daging yg kurang layak dan sudah kami edukasi penjualnya serta mengamankan daging tersebut. Ini yang harus diwaspadai oleh masyarakat selaku konsumen untuk benar benar memastikan dan mengecek dengan cermat agar daging yang dipilih itu berkualitas bagus,” terang Ilena.

Pihaknya berharap, masyarakat berhati-hati untuk memilih bahan pangan asal hewan yang akan dikonsumsi, mengingat mendekati Idulfitri dengan tingginya permintaan masyarakat terhadap bahan pangan asal hewan tak jarang banyak dimanfaatkan oleh beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab yang menjual daging yang kurang layak konsumsi.

“Kami juga akan mendampingi Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah untuk memonitoring peredaran daging beku di Kota Pekalongan. Kami juga memonitoring pelaksanaan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) khususnya di pasar modern terkait higiene sanitasi tempat pemrosesan daging, display case dan tempat penyimpanan berpendingin (cold storage). Jika ada pelanggaran, akan kami bina langsung dan membuat tembusan kepada management pengelola pasar modern tersebut untuk segera diperbaiki,” katanya.

Dia menyatakan, sesuai arahan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI bahwa seluruh pemerintah kabupaten/kota dan provinsi diminta untuk meningkatkan pengawasan peredaran bahan pangan asal hewan menjelang Idulfitri. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menjamin bahan pangan asal hewan yang dikonsumsi masyarakat dalam merayakan Idulfitri nanti Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).(nul)