868 Masjid Ajukan Penyelenggaraan Salat Id

by
M Aqso, Kepala Kemenag Batang

**Pelaksanaan Wajib Patuhi Prokes

BATANG – Suasana lebaran di tengah pandemi mengakibatkan semua aktivitas menjadi serba terbatas, tak terkecuali dalam tata cara pelaksanan peribadatan. Tentang penyelenggaraan Salat Id misalnya, meski diperbolehkan, namun harus dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Dalam hal ini, jumlah jamaah dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas normal. Bahkan, pelaksanaan Salat Id juga dianjurkan tidak dipusatkan di lapangan. Hal itu dilakukan sebagai salah satu ikhtiar menjalankan prokes, yakni jaga jarak dan menghindari kerumunan.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Batang, M Aqso mengatakan, bahwa hingga saat ini ratusan masjid dan belasan panitia pelaksanaan Salat Id di lapangan sudah mengajukan perizinan.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag setempat dalam pelaksanaan ibadah Salat Id di tengah pandemi Covid-19 sebelumnya sudah melakukan sosialisasi panduan tata cara beribadah sesuai dengan prokes yang ada, sesuai dengan Surat Edaran Kemenag RI Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pedoman Ibadah Selama di Bulan Ramadhan dan Salat Idul Fitri.

“Sebanyak 868 masjid dan 13 lokasi yang mengajukan izin pelaksanaan Salat Id secara berjamaah. Sesuai dengan surat edaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah Nomor 2 tahun 2021, untuk yang di masjid harus sesuai dengan pengamanan prokes ketat, dan pelaksanaan ibadah berjamaah yang berada di luar ruangan seperti di lapangan diharapkan tidak dilaksanakan, dikarenakan kontrol semakin sulit dan rawan dengan kerumunan lebih besar,” tuturnya.

“Panduan melaksanaan ibadah di tengah pandemi mengharuskan masyarakat untuk bisa menaati dan menjalankan prokes, demi memutus rantai sebaran virus Corona, panitia harus memperketat pengamanan pada pelaksanaannya,” sambung Aqso mengakhiri. (fel)