Jalan Hayam Wuruk Mulai Diberlakukan Dua Arah

by
DUA ARAH - Dinas Perhubungan Kota Pekalongan mulai memberlakukan sistem dua arah di Jalan Hayam Wuruk dan sejumlah ruas jalan lain, Selasa (4/5/2021).

KOTA – Dinas Perhubungan Kota Pekalongan mulai memberlakukan sistem dua arah pada sebagian Jalan Hayam Wuruk, Selasa (4/5/2021). Pemberlakuan dua arah dimulai dari persimpangan Jalan Hayam Wuruk–Jalan Dr Cipto, hingga persimpangan Pasar Anyar. Namun sistem dua arah hanya diperuntukan bagi sepeda motor, sepeda dan becak. Untuk mendukung kebijakan itu, Dinhub juga telah memasang barikade di sisi jalan bagian selatan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinhub Kota Pekalongan, Slamet Prihantono dalam kegatan Rakor menyambut Idulfitri yang digelar di Ruang Jetayu, Selasa (4/5/2021). Totok, sapaan akrab Kepala Dinhub mengungkapkan, pemberlakuan sistem dua arah itu merupakan realisasi dari program 100 hari kerja wali kota-wakil wali kota dalam rangka meningkatkan akses masyarakat untuk menumbuhkan perekonomian di kawasan sekitarnya.

Selain di Jalan Hayam Wuruk, pemberlakuan sistem dua arah juga diterapkan di sejumlah ruas jalan lainnya. Seperti di Jalan Kartini, Jalan Cempaka dan Jalan Teratai. Untuk sistem dua arah di Jalan Kartini, diterapkan dari pertigaan Jalan Tondano hingga Simpang Grogolan bagi mobil pribadi namun dikecualikan untuk truk atau bus.

Sementara di Jalan Cempaka dan Jalan Teratai, sistem dua arah diberlakukan dengan pembatasan waktu yakni mulai pukul 18.00 sampai 06.00 khusus untuk mobil. Di luar jam itu, maka sistem satu arah dari selatan ke utara. “Untuk Jalan Cempaka dan Jalan Teratai, dua arah berlaku untuk sepeda motor dan kendaraan kecil lain. Untuk mobil dibatasi dengan jam,” jelasnya.

Dia menambahkan, penerapan kebijakan dua arah pada sejumlah ruas jalan itu sudah dibahas dan didiskusikan dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) yang melibatkan berbagai unsure mulai dari instansi terkait hingga masyarakat.

Dia menambahkan rekayasa jalan seperti penerapan dua arah itu merupakan hal yang dinamis sehingga tentunya akan dievaluasi lagi apabila dalam pemberlakuannya ada hal yang perlu disesuaikan.(nul)