Zona Merah Dilarang Gelar Salat Id

by
BUKBER - Dicara Buka Bersama bareng awak media, Kesabangpol Kendal sosialisasikan konsep penanganan Covid-19 saat Lebaran Pemkab Kendal yang dituangkan dalam surat Edaran (SE).

KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal telah mengeluarkan Surat Edaran (SE)terkait konsep penanganan Covid-19 pada Lebaran 2021 yang mengacu pada kebijakan dari pemerintah pusat dan provinsi. Surat Edaran sudah disampaikan melalui camat untuk diteruskan ke desa/kelurahan kepada masyarakat.

“Kebijakan pusat terkait larangan mudik dengan pengetatan di perbatasan, mulai tanggal 26 April – 5 Mei masa pengetatan mudik, 6-17 Mei masa peniadaan mudik, 18-24 Mei masa pengetatan pasca mudik,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kendal, Winarno, saat acara Buka Puasa Bersama yang digelar oleh Kesbangpol Kendal, Senin (3/5/2021,) di Ruang Ngesti Widhi Pemkab Kendal.

Winarno menjelaskan, terkait imbauan pengendalian acara keagamaan saat lebaran, untuk daerah zona merah tidak diperbolehkan menggelar salat Idulfitri. Sementara untuk daerah di luar zona merah, meski diperbolehkan menggelar salat Idulfitri, namun tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya, maksimal jamaah 50 persen dari kuota normal. “Lokasi harus dilakukan pembersihan dengan penyemprotan disinfektan. Pemerintah juga melarang takbir keliling,” jelasnya.

Dikatakan, terkait dengan pengendalian liburan lebaran, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata terkait sosialisasi penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata. Pada prinsipnya tempat wisata boleh dibuka pada masa libur lebaran, namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Pengunjung tidak boleh melebihi 50 persen dari kuota, menyediakan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer, dan lainnya,” ujar Winarno.