Posisikan dan Hargai Perempuan Secara Proporsional

by
DISKUSI - Ketua Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kota Pekalongan Dr. Trianah Sofiani, SH, MH (kanan) dan Kepala bidang Pemberdayaan Perempuan, Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Perempuan dan Anak pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungn Anak Kota Pekalongan di Aula Kalijaga Pemkot Pekalongan, Nur Agustina, Psikolog (kiri) Selasa (4/5) 2021)

PEKALONGAN – Laki laki harus memiliki kepedulian kepada kesetaraan gender dan kepada perempuan. Gender equality 50: 50 itu produk sekuler, kita jangan tiru, tidak sesuai dengan budaya timur. Demikian dituturkan Ketua Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kota Pekalongan Dr. Trianah Sofiani, SH, MH Selasa (4/5) 2021) di Aula Kalijaga Pemkot Pekalongan.

Menurut Trianah, kita menggunakan gender harmonis. Tidak mesti 50% pekerjaan laki kaki dan perempuan sama. Feminis liberal menggunakan konsep 50: 50. Kita tidak mengikuti itu.

Contoh sederhana, lanjutnya, menyapu halaman bareng antara suami dan istri, masak bareng waktu liburan, itu gak masalah. Itu wujud laki laki peduli kepada perempuan.

Menurut Trianah, program utama PUSPA adalah Three Ends. Pertama, akhiri kekerasan perempuan dan anak, kedua, akhiri perdagangan manusia, ketiga, akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Perempuan dan Anak pada DPMPPA Kota Pekalongan Nur Agustina Psikolog mengatakan, keterlibatan perempuan dalam partisipasi publik terendah, adalah di parlemen. Sementara di posisi lain seperti manager sudah cukup bagus. Entah apa penyebabnya, hal ini perlu dikaji ulang.

Sementara, tambahnya, sumbangan pendapatan perempuan walaupun banyak perempuan yang bekerja namun nilainya masih rendah dibanding dengan pekerjaan kaki-laki. Padahal di Pekalongan banyak perempuan yang bekerja.

Ketika Agustin bertanya kepada BPS Kota Pekalongan, BPS mempunyai kesimpulan, jumlah pekerja perempuan walaupun cukup banyak namun nilai pendapatannya jauh lebih rendah dari laki laki.

Menurut Agustin, pengusaha yang tidak faham gender, memberi upah murah kepada pekerjaan perempuan.

Dalam acara tersebut tiap peserta memperkenalkan diri serta memberi masukan, saran dan menceritakan pengalaman masing-masing. (sep)