Derita Sakit Jantung, Bocah 6 Tahun Ini Harus Bolak balik Periksa ke Jakarta & Butuh Bantuan

by

KARANGDADAP – Muhammad Zaenudin Zidan bocah umur 6 tahun berjuang sembuh dari kelainan jantung bawaan (KJB) atau jantung bocor. Zidan saat ini rutin periksa ke jakarta tiap sebulan sekali dan ini akan menjalani proses tahapan bedah atau operasi.

Orang tua zidan, Edi Sukamto (35) dan Nur Faizah (30) menjelaskan bahwa zidan yang merupakan anak kedua dari umur 2 tahun sudah kelihatan ada gejala. “Awalnya bengkak dan ada kebiruan, kemudian zidan kalau jalan sekitar 10 meter sudah lemas dan capek akhirnya duduk dimana saja” terang Edi saat diwawancarai. Minggu sore (2/5/2021).

Setelah kejadian itu, edi membawa anaknya ke Puskesmas Karangdadap untuk pemeriksaan awal. Tetap edi belum puas dengan jawaban dari pihak puskesmas kurang memuaskan karena bilang hanya alergi angin. Kemudian edi minta agar anaknya di cek laboratorium saja.

Selanjutnya menggunakan sepeda motor edi membawa anaknya ke RSI Pekajangan untuk di cek. Dari hasil pemeriksaan dan juga melalui rontsen dokter menyampaikan bahwa zidan mempunyai kelainan jantung bawaan.

Kemudian diarahkan ke dr. Hisyam yang merupakan dr spesialis karena di RSI waktu itu belum ada dr spesialis jantung dan diarahkan ke RS Siti Khodijah, disana disarankan agar zidan di rujuk ke RS Harapan Kita di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Alhamdulillah untuk pemeriksaan di jakarta berjalan dengan baik, hanya saja muncul persoalan baru karena untuk tiap bulan ke jakarta membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sekitar 2 juta untuk sekali berangkat ke jakarta sedangkan saya dan istri hanya buruh jahit yang penghasilannya tiap bulan juga pas-pas an,” jelas edi.

Pemeriksaan rutin ke RS di jakarta ini sudah berjalan kurang lebih 1 tahun ini. Tetapi kemarin dapat kabar bahwa zidan harus ke jakarta lagi untuk pemeriksaan tahapan bedah atau operasi.

“Saya senang sekali dengar kabar tersebut, disisi lain juga bingung untuk biaya operasi butuh biaya berapa, walaupun sudah menggunakan BPJS Kesehatan tetapi tidak semuanya di cover, juga untuk biaya hidup di jakarta karena membutuhkan waktu yang agak lama, tidam seperti pemeriksaan rutin yang sekitar 2 hari saja,” ujarnya.

Edi berharap agar pemerintah bisa membantu dirinya untuk pengobatan anaknya. Edi juga berterimakasih kepada pihak yang sudah membantu dirinya seperti Basnaz, Bagian Kesra, Pemdes dan juga dari Anggota Dewan Fatkhiana Dewi.

Kepala Desa Pagumenganmas Istadi menyampaikan bahwa pak edi dan bu nur merupakan warganya. Makanya pemdes juga hadir untuk membantu beliau.

“Pemdes sudah membantu hanya saja karena keterbatasan anggaran hanya sebisanya dan kurang maksimal,” tuturnya.

Istadi juga berencana untuk membuat aksi penggalangan dana khususnya di Desa Pagumenganmas agar bisa membantu dan bergotong royong untuk meringankan beban dari keluarga pak edi.

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Berikan Bantuan

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PKB, Fatkhiana Dewi atau yang akrab disapa Nana juga hadir ke kediaman bapak edi.

“Saya dapat laporan dari masyarakat bahwa ada warga Pagumenganmas yang menderita jantung bocor dan butuh bantuan, akhirnya saya hadir disini,” pungkasnya.

Setelah saya tanyai tentang awal kejadian bisa divonis jantung bocor dan kondisi saat ini. Ternyata dek zidan akan berangkat ke jakarta lagi untuk proses tahapan bedah dan operasi.

“Saya sangat berharap agar dek zidan bisa cepat sembuh dan lancar dalam proses pemeriksaannya untuk operasi. Saya juga baru bisa membantu sedikit agar keluarga pak edi bisa ke jakarta dengan lancar dan disana tidak kekurangan biaya, tetap semangat pak edi dan dek zidan semoga Allah memberikan yang terbaik dan kemudahan serta diberikan kesembuhan. Amin,” tandasnya.