Apes, Calon Kepala Desa Ini Bagi-bagi Uang Rp500 Ribu per Orang, Tapi Malah Kalah

by
Suasana Pilkades di sebuah desa di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu, 2 Mei 2021. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)

Politik uang (money politic) diduga masih mewarnai pemilihan kepala desa (pilkades) di sejumlah desa di Kabupaten Probolinggo, Minggu (02/05/2021). Bahkan ada seorang calon kepala desa (cakades) di Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo yang diduga menebar uang tunai Rp 500.000 per orang justru kalah dalam pilkades.

Salah seorang warga desa di Kecamatan Besuk mengatakan, cakades tersebut diduga membagi-bagikan uang tunai Rp 500.000 per orang pada pagi menjelang pemungutan suara pilkades. “Istilahnya serang fajar, per kepala diberi uang Rp500 ribu tetapi dia ternyata kalah,” kata warga yang enggan disebutkan namanya itu.

Sebenarnya cakades lain juga menerapkan politik uang meski nilainya di bawah Rp500 ribu. “Ada tim cakades yang bagi-bagi uang Rp100 ribu ditambah sarung, ada yang ngasih uang Rp250 ribu plus beras 25 kilogram,” ujarnya.

Adanya fenomena politik uang saat pilkades dibenarkan Koordinator Satuan Tugas Pengamanan Pilkades Serentak Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto. Meski demikian, praktik politik uang sulit diungkap ke ranah hukum karena pemberi dan penerima sama-sama tidak ingin muncul ke permukaan.

“Sebenarnya Ibu Bupati (Bupati Puput Tantriana Sari) dan panitia pilkades di kabupaten memang berharap tidak ada money politics. Tapi di lapangan sulit dicegah terjadinya politik uang. Bahkan kalau ada calon kades tidak mau tebar uang oleh masyarakat dianggap pelit dan susah terpilih,” katanya kepada wartawan.

Disinggung dugaan ada cakades menebar uang Rp 500.000 per orang tetapi tidak terpilih dalam pilkades, Ugas mengatakan, uang bukan segalanya. Bisa jadi masyarakat tetap menerima uang tetapi tidak mau memilih orangnya.

“Kalau ada kasus seperti itu, rezeki yang menerima dan apes bagi cakadesnya. Ikhlaskan saja uang yang telanjur dibagi-bagikan,” kata Ugas yang juga Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo.

Hinggasiang tadi ke-62 desa sudah menggelar pilkades. Dan sore harinya, hasil perhitungan cepat hasil pilkades sudah berseliweran di media massa. Suka cita bagi cakades yang memenangi pilkades pun mewarnai sejumlah. Di antaranya, mereka selamatan menyembelih sapi di rumah cakades terpilih.

Sebanyak 62 desa di 21 kecamatan di Kabupaten Probolinggo menggelar pilkades serentak, Minggu 2 Mei 2021. Ini merupakan pilkades serentak tahap pertama pada 2021.

Pilkades serentak tahap kedua direncanakan digelar di 252 desa, Oktober 2021 mendatang. Yang jelas Pemkab Probolinggo menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp 21,7 miliar untuk penyelenggaraan pilkades serentak itu.

Alokasi anggaran untuk pilkades serentak gelombang pertama dianggarkan sekitar Rp 4,6 miliar. Selebihnya, sekitar Rp17 miliar untuk pilkades serentak gelombang kedua di 252 desa. (ngopibareng)