64 Orang Telah Mudik ke Batang, Instansi Terkait Diminta Pantau Titik Potensial Masuknya Pemudik

by
Bupati Batang Wihaji saat menyampaikan arahan Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Candi 2021, di Rupatama Mapolres, Kabupaten Batang, Jumat (30/4/2021).

Batang – Seluruh jajaran yang terlibat dalam Operasi Ketupat Candi 2021, diminta untuk melakukan pemantauan pada titik-titik potensial yang mungkin dimanfaatkan warga yang nekat mudik, baik di jalur tol maupun pantura.

“Selain itu, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan saya minta untuk meningkatkan sinergi dengan Satpol PP dalam memantau titik-titik dianggap rawan. Khususnya untuk Dinas Kesehatan bekerja sama dengan PSC 119, bisa menerjunkan timnya di pos-pos pengamanan,” kata Bupati Batang Wihaji saat menyampaikan arahan Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Candi 2021, di Rupatama Mapolres, Kabupaten Batang, Jumat (30/04/2021).

Disisi lain, Bupati Wihaji juga meminta pemantauan di sektor pariwisata juga untuk ditingkatkan. Seluruh tim gabungan juga harus memantau penerapan protokol kesehatan di objek wisata, sehingga saat wisatawan berkunjung tidak menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

“Disparpora harus betul-betul memperhatikan penerapan protokol kesehatannya di destinasi wisata. Ini penting sekali, karena dikhawatirkan pengunjung yang datang dari luar tidak bisa dikendalikan dan pada akhirnya bisa memunculkan klaster baru saat libur lebaran,” jelas Bupati Wihaji.

Bupati juga mengingatkan jajaran Polres Batang untuk melakukan pemantauan di titik-titik yang rawan dimanfaatkan oleh oknum membunyikan petasan.

“Jangan sampai terjadi lagi tangan terbelah atau jari terputus, dengan aparat melakukan pengawasan di daerah Jalan Yos Sudarso dan sekitarnya,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, bupati juga mengungkapkan bahwa untuk titik kerawanan berupa konflik antar warga selama beberapa tahun ini, potensinya menurun. Namun aparat harus tetap mencermati dan bisa mengantisipasi sedini mungkin kemungkinan munculnya kerawanan sekecil apapun.

“Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemda harus mendukung program-program kerja dari Polres Batang maupun unsur Forkopimda. Mengingat perayaan idulfitri tahun ini tantangannya sedikit berbeda. Hal itu disebabkan jika tahun lalu warga dicegah total, namun tahun ini diberikan sedikit kelonggaran untuk merayakan Idul Fitri,” beber Wihaji.

Bupati menambahkan, kelonggaran tersebut harus diimbangi dengan memperketat penerapan protokol kesehatan. Hal itu diperlukan guna menjaga, melokalisir dan mencegah Covid-19, sekaligus mendisiplinkan warga agar mematuhi protokol kesehatan.

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka dalam paparannya menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan 6 pos penyekataan mudik Lebaran 2021. Keenam pos penyekatan dan pengamanan tersebut berada di exit tol Kalibeluk, exit tol Kandeman, rest area 360, rest area 379, Pos pengamanan Luwes jalan pantura Gringsing dan Pos pelayanan Alun Alun Batang

“Kita juga menyiagakan 569 personel yang terdiri dari 310 personel Polres Batang, 25 anggota Brimob, 30 anggota Kodim 0736 Batang dan 204 dari personil instansi terkait,” kata Kapolres.

Kapolres memastikan, Operasi Ketupat Candi akan dimulai 6 Mei mendatang. Namun pihak kepolisian secara masif, telah melakukan berbagai upaya pencegahan arus mudik dengan melakukan razia di berbagai titik dan mendata sejumlah pemudik yang datang ke Batang.

“Sampai saat ini sudah terdata sebanyak 64 warga Batang yang datang dari luar provinsi dan luar negeri untuk berlibur menjelang lebaran. Kami telah memerintahkan Babinkamtibmas yang bersinergi dengan Babinsa untuk melakukan pendataan dan pengecekan kesehatan terhadap para pendatang ke Puskesmas, Jika ada tanda-tanda mencurigakan, mereka mungkin terpapar Covid-19,” papar Kapolres.

Pihaknya berharap agar kegiatan Operasi Ketupat Candi 2021 ini, bisa berjalan dengan lancar. “Kita dan Forkopimda bekerja sama, agar pandemi cepat berlalu, sehingga masyarakat merayakan idulfitri dengan nyaman,” tandas Kapolres. (don)