Stop Eksploitasi Air Bawah Tanah!

by
Yulianto SH, Dirut Pudam Sendang Kamulyan

**Pemkab Minta Perusahaan Beralih ke Pudam

BATANG – Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Batang melarang perusahaan atau industri melakukan eksploitasi air bawah tanah, karena hal tersebut dapat merusak lingkungan dan bahkan mengakibatkan amblasnya tanah.

Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sendang Kamulyan Kabupaten Batang, Yulianto mengatakan, bahwa larangan itu telah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Batang 2019-2039.

“Perda RTRW menyebutkan larangan industri maupun perusahaan mengeksploitasi air bawah tanah sebagai upaya mengantisipasi terjadinya amblasnya tanah. Karena itu, kami mendapat instruksi dari Bupati Batang untuk mendata industri yang menggunakan air bawah tanah agar mereka beralih ke PUDAM Sendang Kamulyan,” katanya.

Menurut Yulianto, ekploitasi air bawah tanah yang begitu besar akan mengakibatkan adanya ketidakseimbangan antara pengambilan dan pemulihan air tanah sehingga bisa terjadi kekosongan air pada tanah yang menyebabkan terjadinya instrusi dan amblesnya tanah.

Saat ini, kata dia, intrusi air laut di daerah setempat sudah mencapai 5 kilomter, sehingga jika hal itu dibiarkan terus menerus maka akan berbahaya bagi kebutuhan masyarakat terhadap air bersih.

Yulianto mengatakan, keseriusan PUDAM Sendang Kamulyan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi industri ditunjukkan dengan menyiapkan infrastruktur yang airnya mengambil dari Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) SPAM Regional Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Kota Pekalongan.