Ambil 200 Sampel Takjil, Dinkes Dapati Mie Berformalin

by
TES - Petugas Dinkes melakukan tes terhadap sampel takjil yang diambil dari sejumlah lokasi.

KOTA – Dinas Kesehatan Kota Pekalongan telah melakukan sidak (inspeksi mendadak) makanan di 12 lokasi tempat dijualnya takjil, belum lama ini. Kegiatan itu dilakukan guna memastikan makanan-makanan tersebut layak makan dan tidak mengandung zat-zat berbahaya.

Pengambilan sampel takjil dilakukan terhadap 200 sampel. Hasilnya, dari 200 sampel tersebut didapati satu jenis makanan yang mengandung bahan berbahaya yakni formalin pada makanan mie basah goreng. Sebagai tindak lanjut, pihaknya memberikan teguran dan sosialisasi kepada para pedagang.

“Agenda ini rutin kami selenggarakan setiap tahun, karena di bulan Ramadan tingkat konsumsi masyarakat biasanya meningkat. Hasilnya, kami langsung sampaikan kepada pedagang, karena pedagang takjil kebanyakan memang tidak membuat sendiri tetapi titipan. Kami lakukan tracing, siapa yang membuat, dan dari mana mie basah mentah berasal,” ungkap Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga, Ike Ani Windiastuti.

Dia pun memberikan sedikit cara untuk dapat membedakan mie basah berformalin atau tidak. Dia menjelaskan bahwa secara fisik mie berformalin akan terlihat lebih kenyal dan lebih berminyak. Sedangkan dari aroma, akan ada bau khas formalin yang menyengat. Jika dibiarkan selama dua hari di ruang terbuka, mie berformalin tidak akan mengalami pembusukan, tidak berbau, dan tidak lengket.