Nelayan Tolak Pemungutan PNBP Pascaproduksi

by
PENOLAKAN - Sejumlah perwakilan nelayan di Kota Pekalongan membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap eksploitasi oleh kapal asing dan eks asing di Indonesia serta rencana pemungutan PNBP Pascaproduksi, Kamis (29/4/2021).

KOTA – Nelayan di Pekalongan menyatakan keberatan dan menolak keras adanya rencana pemungutan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Pascaproduksi yang akan diberlakukan mulai beberapa bulan mendatang.

Adanya PNBP Pascaproduksi tersebut dinilai akan semakin menyulitkan kehidupan ekonomi para nelayan, yang mana saat ini saja sudah kesusahan.

Penolakan tersebut disampaikan beberapa orang perwakilan nelayan dan pelaku usaha penangkapan ikan di kawasan dermaga Pelabuhan Perikanan Kota Pekalongan, Kamis (29/4/2021) sore.

“Kami sangat keberatan dengan PNBP Pascaproduksi. Dari pendapatan bruto, mau diambil 10 persen. Dengan pemungutan sebesar itu, kami para pelaku usaha dan nelayan mau jadi apa. Sedangkan kami sudah investasi cukup besar untuk menjalankan usaha. Ekonomi kami akan sangat terbebani jika kebijakan tersebut dijalankan,” kata perwakilan Nelayan, Arif Susanto.

Arif menuturkan, para nelayan berharap mekanisme pemungutan PNBP tetap dijalankan sebagaimana yang sudah dilakukan selama ini yakni dengan mekanisme praproduksi. “Kami berharap penerapannya masih berjalan sebagaimana sekarang,” ujarnya.