Gerebek Gudang Miras, Polisi Sita Ribuan Botol Ciu

by
BARANG BUKTI - Kapolsek Pekalongan Utara Kompol Bakti Kautsar Ali didampingi Kasatreskrim, Kasat Narkoba, dan Kasubbag Humas menunjukkan barang bukti ribuan botol miras jenis ciu yang berhasil diamankan, Kamis (29/4/2021). Wahyu Hidayat

KOTA – Polsek Pekalongan Utara menggerebek sebuah rumah milik warga di Kelurahan Bandengan, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan yang diduga juga digunakan sebagai gudang penyimpanan minuman keras (miras), Rabu (21/4/2021).

Hasilnya, polisi mendapati ada ribuan botol miras jenis ciu dan beberapa botol miras jenis anggur dari rumah milik warga berinisial MW tersebut. Polisi kemudian mengamankan miras-miras tersebut dan disita sebagai barang bukti.

Dalam konferensi pers di Mapolsek Pekalongan Utara, Kamis (29/4/2021), Kapolres Pekalongan Kota AKBP M Irwan Susanto melalui Kapolsek Pekalongan Utara Kompol Bakti Kautsar Ali menuturkan pengungkapan peredaran miras tersebut berkat penyelidikan anggotanya.

Penyelidikan tersebut menindaklanjuti masih maraknya peredaran miras di wilayah hukumnya, terutama di bulan suci Ramadan. “Kami memerintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan. Kemudian didapatkan informasi dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandengan bahwa ada warga yang diduga menjual dan mengedarkan miras,” katanya.

Dari penggerebekan yang dilakukan, jajaran Polsek Pekalongan Utara mengamankan barang bukti antara lain berupa 21 botol plastik bekas air mineral kemasan 600 mililiter (ml) berisi miras jenis ciu. Selain itu ada 90 kardus masing-masing berisi 12 botol plastik ukuran 1,5 liter atau 1.500 ml berisi ciu, 2 botol 1.500 ml ciu, dan 3 botol minuman keras jenis anggur merek Orang Tua. “Sehingga total yang kita amankan ada 1.106 botol,” ungkapnya.

Kapolsek Kompol Bakti menambahkan, pihaknya juga sudah membawa sampel miras tersebut untuk di laboratorium Unikal. “Hasilnya, miras jenis ciu ini mengandung alkohol 18%,” imbuhnya.

Dari keterangan yang didapat, imbuh dia, miras jenis ciu itu biasa dijual ke masyarakat di wilayah Kota Pekalongan. Harganya mencapai Rp40 ribu per botol kemasan 1,5 liter.

Ditambahkan Kapolsek, tersangka melanggar Pasal 5 dan Pasal 7 ayat (1) Perda Kota Pekalongan Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pengawasan dan Larangan Minuman Beralkohol.

Kompol Bakti menambahkan bahwa tersangka sudah menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Pekalongan pada 26 April 2021, dan sudah dinyatakan bersalah oleh Hakim karena tanpa izin menjual minuman beralkohol. “Yang bersangkutan dijatuhi vonis pidana denda Rp5 juta, subsider 3 bulan kurungan. Kalau kedapatan melakukan perbuatannya lagi, dia bisa langsung dipidana selama 3 sampai 6 bulan,” imbuh dia. (way)