Awas! ASN Nekat Mudik Bakal Dapat Sanksi dari Bupati

by
Wihaji, Bupati Batang

Batang – Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sepertinya harus berfikir ulang untuk mencoba melakukan mudik atau pulang kampung saat lebaran mendatang. Pasalnya, Bupati Batang, Wihaji akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku bagi aparatur negara yang nekat melanggar.

“Pemerintah pusat telah memberlakukan larangan Mudik, termasuk bagi ASN dan PPPK. Dan sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah pusat, maka Pemkab Batang juga melarang seluruh ASN, termasuk kepala OPD untuk mudik antara 6 hingga 17 Mei mendatang,” tegas Bupati Wihaji.

Bupati Wihaji menjelaskan, Pandemi Covid-19 saat ini belum selesai. Karena itulah, penambahan kasus positif yang saat ini mulai melandai, harus dijaga agar tidak kembali terjadi lonjakan. Sehingga mobilitas masyarakat lintas daerah harus diantisipasi agar tidak terjadi penularan akibat banyaknya warga yang mudik jelang lebaran.

“Untuk seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Batang, akan mematuhi perintah dari pemerintah pusat. Dan bila ada yang melanggar, pasti nanti kami beri sanksi, karena ini sudah menjadi semangat bersama, agar pandemi Covid-19 tidak terus menyebar,” jelas Bupati.

Untuk mendukung larangan mudik dari pemerintah pusat, maka Bupati mengeluarkan Surat Edaran tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah dan atau mudik. Seluruh ASN dan keluarganya dilarang mudik selama periode 6 sampai 17 Mei, kecuali yang melaksanakan tugas kedinasan yang sifatnya penting atau dalam keadaan terpaksa melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah pada periode tertentu.

“Selain mudik, ASN juga tidak diperkenankan mengajukan cuti selama periode tersebut. Selain cuti bersama, Kepala OPD dilarang memberikan izin cuti bagi ASN. Kecuali cuti melahirkan dan atau sakit, atau cuti karena alasan penting,” tandas Wihaji. (don)