Keluar Masuk Kendal akan Dikarantina

by
WAWANCARA - Kepala Dinkes Kendal, Ferinando Rad Bonay, saat memberikan keterangan dalam kesempatan wawancara dengan awak media.

**Selama Lima Hari di Pos Karantina Desa/Kelurahan

KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal akan memberlakukan kebijakan bagi siapapun yang masuk dan keluar Kabupaten Kendal, dengan mengkarantinanya selama lima hari. Pelaksanaan karantina dilakukan oleh pemerintah desa/keluarahan melalui Tim Gugus Covid-19 tingkat desa/keluarahan dengan kembali berfungsinya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

“Warga Kendal bekerja di perantauan yang mudik atau pulang kampung akan di karantina selama lima hari di tempat isolasi mandiri desa. Hal ini berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) yang disusun tentang Pengaturan Mudik. Karantina juga berlaku bagi siapapun yang masuk ke Kendal untuk tinggal dalam jangka waktu tertentu,” kata Kepala Dinkes Kendal, Ferinando Rad Bonay kepada Radar, Selasa (27/4/2021).

Ferinando mengungkapkan, selain karantina, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes antigen sehingga diketahui ada gejala Covid-19 atau tidak. Pemeriksaan dilakukan oleh Puskesmas berdasarkan atas data orang yang masuk ke Kendal dari tim gugus covid desa. Pemberlakuan karantina dan pemeriksaan tes antigen untuk mendeteksi terpapar covid-19 tidak, sehingga diperlukan pemantaua intensif kepada siapapun yang keluar dan masuk wilayah Kendal.

Dengan begitu, nantinya tidak muncul atau terjadi ledakan kasus terpapar Covid-19 di Kabupaten Kendal. “Meski kasus terpapar covid menurun, Pemkab Kendal terus berupaya melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19. Seperti dengan memfungsikan kembali PPKM desa. Pihak desa yang lakukan pantauan apakah ada warga yang datang dan perdi di desanya. Kalau didapati, tindakanya dengan karantina lima hari dulu. Kemudian koordinasi dengan puskesmas untuk diperiksa dan di tes atigen. Jika positif dirawat dulu di sana. Kebutuhan untuk makan ditanggung desa. Karena ada anggaran 8 persen dari ADD,” jelas Ferinando.

Ferinando menambahkan, jika pemerintah desa/kelurahan tidak memiliki tempat karantina untuk warga yang keluar masuk, maka harus segera melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 kecamatan dan kabupaten. Nantinya warga bersangkutan bisa dikarantina di di Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) -19 Kabupaten Kendal.