Bupati Minta Penggalian Dilanjut dengan Percepatan

by
PAPARKAN - Hasil penelitian Situs Boto Tumpang dipaparkan oleh Tim Puslitarkenas Kemendikbud kepada Bupati Kendal, kemarin.

*Terkait Penghentian Sementara Ekskavasi Situs Boto Tumpang

KENDAL – Tim Penelitian Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan pemaparan atas hasil penelitian Situs Boto Tumpang di pemukiman Dusun Boto Tumpang, Desa Karangsari, Kecamatan Rowosari, yang dilakukannya selama 20 hari kepada Bupati Kendal, Senin (26/4/2021), di ruang kerja bupati.

Ketua Tim Penelitian pada Puslitarkenas Kemendikbud, Agustijanto Indradjaja mengatakan, dalam pemaparan tersebut, pihaknya juga menyampaikan terkait dengan tindaklanjut penanganan Situs Boto Tumpang yang diperkirakan sudah ada pada peradaban abad ke-6 Masehi. “Setelah kami sampaikan hasilnya, bupati meminta agar melakukan tindak lanjut secara cepat dengan melakukan askselesari,” katanya, Senin (26/4/2021).

Agustijanto mengungkapkan, permintaan bupati agar melakukan akselerasi menjadi tantangan tersendiri bagi tim Puslitarkenas Kemendikbud ke depannya, karena sebelumnya pihaknya sudah berencana untuk melakukan penelitian lanjutan di tahun 2022-2023. Namun Bupati Kendal meminta agar bisa diakselerasi dan dikolaborasikan dengan Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Kami akan berkolaborasi terkait dengan penelitian, penanganan, perlindungan, dan kemanfaatannya. Sehingga tahun 2023 masyarakat sudah dapat menikmati kemanfaatan dari situs Boto Tumpang tersebut,” tukasnya.

Diketahui, untuk luas semenatara Situs Boto Tumpang yang sudah diteliti 150 m x 150 m, dan untuk penanganan dan perlindungan bangunan candi luasnya 24 x 24 m. Namun secara umum pihaknya juga melindungi luas keseluruhannya area yang meliputi pagar, isi di dalamnya, dan batu bata yang ada situs tersebut yang diperkirakan peninggalan dari abad ke 6 -7 Masehi.