Gayengnya Silaturahim PKB-NU, Berkomitmen Saling Mendukung

by
GUYUB - Dari kiri, Ketua DPC PKB H Fauzi Fallas, Ketua Dewan Syuro PKB KH Abdul Syakur, Rois Syuriah PCNU Batang KH Abdul Manaf Sya’ir dan KH Maulana Zainul Iroqi saat acara silaturahim, Sabtu kemarin.

*Fraksi PKB Siap Perjuangkan Raperda Pesantren

BATANG – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Batang beserta seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Batang, Sabtu (24/4/2021) malam kemarin melakukan silaturahim dengan jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang. Selain bersilaturahim, acara yang bertempat di kantor PCNU tersebut juga dimaksudkan sebagai laporan kinerja DPC PKB Batang kepada PCNU Batang.

Dalam sambutannya, Rois Syuriah PCNU Batang, KH Abdul Manaf Sya’ir menyambut baik acara silaturahim tersebut, serta menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. “NU diuntungkan, PKB juga diuntungkan. Semoga silaturahim seperti ini dapat berkesinambungan,” kata KH Abdul Manaf.

Ketua DPC PKB Batang, H Fauzi Fallas mengatakan, PKB tidak bisa lepas dan tidak akan lepas dari akar kesejarahannya. PKB adalah partai politik yang dilahirkan NU dan dideklarasikan oleh para kiai. Oleh karena itu, hubungan PKB dengan NU harus harmonis dan komunikatif. “PKB sebagai anak kandung NU terus berkomunikasi dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan NU,” jelas Fauzi.

Di antara komitmen PKB untuk NU, lanjut Fauzi adalah dengan memberikan kontribusi rutin untuk operasional kantor PCNU, serta rencana bantuan sebesar Rp 500 juta untuk pembangunan RSNU Batang, yang berasal dari anggta Fraksi PKB.

Dari sisi advokasi kebijakan, PKB melaui Fraksi PKB juga tengah memperjuangkan Raperda tentang Pesantren. “Fraksi PKB akan menginisiasi pembahasan Raperda Pesantren. Kami akan melakukan lobi-lobi politik lintas fraksi dalam mengawal dan menyusunnya. Kita tahu, pesantren sangat dekat dengan warga nahdliyin,” kata anggota Fraksi PKB yang juga Ketua DPRD Batang, H Mulana Yusup. “Dalam penyususnan Raperda nanti, kami juga akan berkonsultasi dengan NU,” sambungnya.

Meski membahas hal-hal serius, namun silaturrahim berlangsung cair dan santai. Secara umum, baik dari jajaran pengurus PKB maupun NU, sama-sama mengangap silaturahim semacam itu harus sering dilakukan, baik tingkat cabang maupun di bawahnya. (sef)