Pansus V DPRD: Masalah Drainase Sangat Kompleks

by
JARING MASUKAN - Pansus V DPRD Kota Pekalongan menggelar public hearing untuk menjaring masukan dari masyarakat terkait Raperda Sistem Drainase.

KOTA – Masalah drainase di Kota Pekalongan dinilai sangat kompleks. Banyak masalah yang mempengaruhi kondisi drainase tak berfungsi optimal. Akibatnya, tiap kali turun hujan maka genangan banjir akan muncul di banyak tempat.

“Permasalahan drainase ini masalah yang kompleks. Ini PR yang luar biasa sehingga Raperda Sistem Drainase yang merupakan inisiatif DPRD ini merupakan salah satu upaya untuk sedikit mengurai masalah-masalah tersebut,” ungkap Ketua Pansus V DPRD Kota Pekalongan, Gumelar, dalam kegiatan public hearing Raperda Sistem Drainase, Sabtu (24/4/2021) malam.

Dirinya menyebutkan beberapa masalah yang ada. Seperti kondisi tanah Kota Pekalongan yang relatif datar sehingga mudah terjadi sedimentasi di saluran, pembuatan saluran yang parsial, sampai perilaku masyarakat yang mendirikan bangunan di atas saluran. Belum lagi kondisi alam yang menyebabkan adanya penurunan muka tanah di mana tahun lalu penurunan terjadi antara 6 sentimeter hingga 11 sentimeter,

“Hrapan kami dalam penyusunan Raperda ini juga bisa menyertakan paritisipasi masyarakat di dalamnya sehingga penerapanya akan didukung semua pihak,” kata Gumelar yang bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan itu.

Sementara narasumber kedua yakni Kabid Sumber Daya Air (SDA) pada DPUPR setempat, Khaerudin, dalam kesempatan itu memaparkan bahwa Pemkot juga telah membuat masterplan drainase di mana sistem drainase di Kota Pekalongan dibagi dalam 8 sistem yakni sistem Bremi, Pabean, Bandengan, Loji, Sibulanan, Banger Lama, Hilir dan Hulu. Masing-masing sistem, mempunyai skema aliran sendiri.