Penemuan Candi Boto Tumpang Bisa jadi Jejak Sejarah Tua Kendal

by
GELAR FGD - Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional gelar FGD menyikapi Penemuan Candi Boto Tumpang di Desa Karangsari Kecamatan Rowosari.

*Dibangun Abad 7 Masehi, Sebelum Era Mataram Kuno

KENDAL – Penemuan Candi Boto Tumpang di Desa Karangsari, Kecamatan Rowosari Kendal menjadi pembuka untuk mengetahui jejak sejarah tua di Kabupaten Kendal sebelum masa Kerajaan Mataram kuno. Hal ini terungkap dalam Forum Group Diskusi yang diadakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di Hotel Sae Inn , Rabu (21/4/2021) sore.

Penemuan Candi Boto Tumpang dilakukan oleh Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pada tahun 2019 dan dilanjutkan kembali tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui awal pengaruh Hindu Budha India di Pantai Utara Kendal.

Forum Group Diskusi diikuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, anggota DPRD Provinsi Jateng dan Kabupaten Kendal dan instansi terkait. Turut hadir pula pemerhati budaya, seperti guru sejarah dan Komunitas Budaya.

Ketua Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Agustijanto Indradjaja mengatakan, bahwa dari hasil penggalian kedua kali ini sudah bisa diketahui tentang keberadaan candi yang dibuat dari batu bata. Situs Boto Tumpang ini hampir sama dengan Candi Batujaya di Karawang yang merupakan tempat ibadah agama Budha.

“Hasil penelitian laboratorium di New Zeland dan Perancis menunjukkan bahwa candi tersebut dibangun sekitar abad 7 Masehi. Abad 7 Masehi adalah masa kejayaan Kerajaan Kalingga yang dipimpin Ratu Shima,” katanya.