Banyak Lansia Takut Vaksinasi Karena Hoaks

by
DAMPINGI - Kader Posbindu Puskesmas Batang 2, Yuliana saat mendampingi lansia melakukan vaksinasi.

**Yang Muda Dampingi Vaksinasi Lansia

BATANG – Berbagai informasi seputar vaksin sempat membuat Supardi ragu untuk divaksin. Lelaki paruh baya itu pun semakin khawatir, apalagi setelah kabar burung meninggalnya salah satu tokoh masyarakat di sekitarnya lantaran baru divaksin. Namun, setelah mendapatkan dorongan dari banyak pihak, Supardi akhirnya memutuskan untuk mengikuti vaksinasi pertamanya, Selasa (20/4/2021).

Bersama ketiga rekan sebayanya, yakni Sundari, Ndaonah dan Casmudin, Supardi mendapatkan vaksinasi. Ia pun semakin mantap lantaran banyak teman dan pihak kader yang meyakinkan untuk vaksin.

“Banyak yang bilang nyuntiknya sampai tulang. Ee ini kok tidak terasa kalau sudah disuntik. Berarti aku dibohongi,” ujar Supardi usai divaksin.

Tak hanya Supardi, banyak di antara lansia yang berpikiran serupa. Hal ini menjadi salah satu tugas berat untuk Yuliana, Patemoningsih, Maghfiroh selaku kader Posbindu Puskesmas Batang 2 dan kader kesehatan lainnya.

“Semua lansia awalnya tidak mau divaksin karena takut. Mereka beralasan punya tensi tinggi, gula tinggi, Mereka kira tidak ada pemeriksaan awal terlebih dahulu. Makanya saya dampingi satu persatu lansia dari tensi, cek suhu , pemeriksaan dokter agar lansia tidak takut dan mantap,” ujar Yuliana usai mendampingi para lansia.

Meski begitu, Yuliana dan kader lainnya tidak menyerah. Ia meyakinkan bahwa vaksinissi tersebut aman, dan jikalau ada efek samping ringan hal tersebut amatlah wajar. Terlebih tiap orang memiliki dayan tahan masing-masing.