Zona 1 KIT Batang Sudah Penuh, Sejumlah Investor dari Beberapa Negara Inden Lahan Ratusan Hektar

by
Bupati Batang, Wihaji menyambut kedatangan Presiden Jokowi di ruang Galeri KIT Batang.

BATANG – Sejumlah keunggulan yang dimiliki oleh Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), rupanya mampu menarik minat investor besar dari luar negeri untuk mendirikan pabrik di kawasan yang berada di Desa Ketanggang, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang itu.

Bahkan saat ini untuk zona I yang luasnya mencapai 450 hektar sudah selesai atau habis. “Untuk yang fase pertama ini sudah habis, karena yang 60 persen untuk industri, sedangkan 40 persen lainnya untuk fasilitas umum. Jadi saat ini persiapan untuk fase kedua,” ungkap Bupati Batang, Wihaji usai mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau KIT Batang, Rabu (21/04/2021).

Bupati Wihaji menjelaskan, Presiden sangat senang dengan progres yang telah dicapai oleh KIT Batang. Termasuk potensi relokasi industri yang akan pindah ataupun bangun baru di Batang. Mengingat harga lahan sangat kompetitif, dan suasananya sangat bagus dan view-nya sangat cocok untuk industri.

“Untuk tahun ini ada tiga pabrik yang akan dibangun, yaitu pabrik kaca KCC, LG dan Wavin. Selain itu juga ada yang sudah inden, yaitu pabrik furniture dari China 200 hektar, dari Jepang 200 hektar dan Korea 200 hektar. Sudah banyak, jadi nanti tinggal kita siapkan,” jelas Bupati Wihaji.

Menurut Bupati, para investor tertarik dengan KIT Batang karena selain lahannya yang murah, juga lokasinya strategis. Mengingat akses KIT Batang sangat strategis karena dilalui oleh jalur tol trans Jawa, dekat dengan laut dan jalur kereta api.

“Drypot sangat mudah, tadi pak Presiden mengatakan bahwa untuk Dry Port (pelabuhan daratan) sangat gampang. Asalkan dilalui jalur kereta api, maka tinggal dibangun tidak perlu gudang. Karena nantinya barang tiba tinggal diangkut saja atau dipindahin ke tujuan,” tandas Wihaji.

Sementara itu, Presiden Jokowi dalam kunjungannya tiba di KITB sekira pukul 13.30 WIB. Hadir pula dalam kegiatan itu, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Kepala BKPM, Kepala PTPN, Bupati Batang dan tamu lainnya.

“Ini adalah kawasan industri besar di Batang dengan luas 4300 hektar. Sekarang yang sudah siap dan hampir selesai sebanyak 450 hektar,” kata Jokowi.

Pada Mei nanti lanjut dia, akan ada peletakan batu pertama perusahaan industri kaca di kawasan ini. Industri kaca yang akan dibangun lanjut dia merupakan industri kaca terbesar se Asia Tenggara. Setelah itu pada Juni, Juli dan selanjutnya juga akan dibangun perusahaan lain.

“Semoga ini akan menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya dan bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional kita,” imbuhnya.

Jokowi sendiri akan rutin mengecek kawasan industri Batang ini. Menurutnya, kawasan industri Batang akan dijadikan contoh pembangunan kawasan industri di daerah lain di Indonesia.

“Ini akan kami jadikan contoh untuk nanti kawasan industri yang lain, baik di Jawa maupun luar Jawa,” tandas Presiden. (don)