Ratusan Botol Miras Disita

by
MIRAS - Anggota Sat Sabhara Polres Pekalongan Kota mengamankan ratusan botol miras berbagai jenis dalam operasi cipta kondisi yang digelar pada Senin (19/4/2021) malam.

*Operasi Cipta Kondisi di bulan Ramadan

KOTA – Sebanyak seratus botol lebih minuman keras (miras) berbagai jenis disita dalam operasi cipta kondisi yang digelar Satuan Sabhara Polres Pekalongan Kota di Kota Pekalongan, Senin (19/4/2021) malam.

Operasi yang dipimpin Kasat Sabhara AKP I Nyoman Hermanto dan diikuti puluhan anggotanya itu menyasar sejumlah lokasi.

Misalnya saja di warung milik MA di daerah Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur. Di lokasi ini petugas mengamankan miras jenis ciu sebanyak 1 jeriken berisi 5 liter, 2 botol kemasan 500 ml, dan 1 botol kemasan 1 liter. Sementara di warung lain milik Ml, petugas mengamankan miras ciu sebanyak 2 botol kemasan ,5 liter, 5 botol kemasan 1 liter, dan 9 botol air mineral berisi 500 ml miras jenis Ciu.

Di tempat terpisah, anggota Tim Respekta Sabhara Polres Pekalongan Kota juga berhasil mengamankan 1 botol ukuran 1,5 liter dan 17 botol ukuran ukuran 500 ml miras jenis ciu di warung milik Wh di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara.

Selain itu, petugas juga mengamankan puluhan botol miras berbagai jenis dari sebuah warung milik D di daerah Kraton Lor, Pekalongan Utara. Miras tersebut diantaranya jenis anggur Orang Tua sebanyak 2 botol, lalu 2 botol besar bir merk Anker, 12 botol kecil arak, 6 botol congyang kecil, 4 botol kecil soju rasa leci, 6 botol besar anggur merah, 5 botol kemasan 500 ml miras jenis tuak, dan 3 botol 500 ml miras jenis ciu.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP M Irwan Susanto melalui Kasat Sabhara AKP Nyoman Hermanto mengatakan bahwa kegiatan operasi cipta kondisi dengan sasaran miras ini untuk menjaga kondusivitas wilayah Kota Pekalongan selama bulan suci Ramadan dan menjelang hari raya Idulfitri 1442 H.

“Selain mengamankan barang bukti, kami juga melakukan penegakan hukum tindak pidana ringan tipiring kepada penjual minuman keras tradisional. Hal tersebut sebagai efek jera dengan harapan mereka tidak lagi menjual maupun memproduksi minuman keras sehingga kondusivitas tetap terjaga,” jelas dia. (way)