Perantau Galang Dana Baksos di Kampung

by
BAKTI SOSIAL - Para perantau di Desa Sinangohprendeng Kecamatan Kajen yang tidak bisa mudik menggalang dana untuk baksos di kampung halaman.

**Akibat Tak Bisa Mudik

KAJEN – Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah melarang mudik Lebaran 2021. Banyak perantau yang diperkirakan tidak bisa mudik ke kampung halamannya di Pekalongan.

Meski demikian, jiwa sosial para perantau tetap terpanggil untuk berbagi dengan masyarakat di kampung halamannya. Hal ini terlihat dalam kegiatan bakti sosial di Desa Sinangohprendeng Kecamatan Kajen oleh Persatuan Warga Sinangoh (Perwasi).

Para perantau yang sebagian besar mengais rezeki di Jabodetabek ramai-ramai menggalang dana untuk aksi sosial di kampung halamannya tersebut. Dana yang terkumpul dikirimkan ke kampung halamannya untuk kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako dan uang untuk warga kurang mampu di desa itu.

Perwasi melaksanakan pembagian santunan dan sembako ini sudah rutin tiap bulan Ramadan dan Lebaran. Dengan berbagi di bulan puasa, diharapkan akan lebih berkah.

Ketua Perwasi Suristyo Budi, mengatakan, Perwasi merupakan persatuan warga Desa Sinangohprendeng yang bekerja merantau, baik di Jakarta maupun kota-kota besar lainnya di Jawa Barat. Pada Ramadan kali ini ada 130 paket sembako yang dibagikan di kampung halaman. Paket sembako ini di antaranya berisi beras, telur, minyak goreng, teh, dan roti.

“Bakti sosial ini sudah biasa dilakukan para perantau di bulan Ramadan dan Lebaran. Banyak di antara perantau tidak bisa pulang kampung karena pandemi makanya disepakati dengan membagikan paket sembako bagi warga kurang mampu di sini,” terang dia, baru-baru ini.

Ia berharap, dengan adanya bantuan dari para perantau yang tidak bisa mudik bisa meringankan beban warga, terutama warga yang terdampak pandemi Covid-19. Perantau yang tidak bisa mudik merupakan bentuk ketaatan terhadap pemerintah. (had)