Mumpung Ramadan, Ayo Kendalikan Laju Covid-19

by
SAMBUTAN - Ketua DPRD Batang, Maulana Yusup, menyampaikan sambutan dalam kesempatan tarawih keliling di Desa Kalitengah, Blado, baru-baru ini.

BATANG – Puasa Ramadan tahun ini masih dijalani umat Islam dalam suasana keprihatinan pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Pemerintah bahkan mengeluarkan regulasi khusus yang kembali melarang aktivitas mudik lebaran pada tanggal 6-17 Mei 2021 mendatang. Merespon kebijakan tersebut, Ketua DPRD Batang, H Maulana Yusup justru mengajak semua umat Islam di Kabupaten Batang untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum mengendalikan laju persebaran virus corona.

“Kami memahami, kebijakan ini amat berat dirasakan masyarakat, terutama mereka yang hidup di rantau. Tetapi mari kita maknai bersama kebijakan ini sebagai ikhtiar mempercepat pengendalian pandemi Covid-19, dan ini butuh keterlibatan aktif kita semua,” ungkap Yusup, baru-baru ini.

Menurut Yusup, semua sektor merasakan dampak dari kebijakan pembatasan sosial yang dilakukan selama pandemi. Tak terkecuali dalam aktivitas ibadah Ramadan, yang meski tahun ini mengalami sedikit pelonggaran, namun tetap dalam keterbatasan jika dibandingkan situasi normal.

“Bagi kita, Ramadan dengan pembatasan ini tentu mengurangi aspek syiar dari bulan suci, yang biasanya tentu amat semarak. Tetapi bagaimanapun, kebijakan pemerintah juga tentunya berangkat dari iktikad baik agar laju Covid-19 ini benar-benar terkendali,” jelas politisi muda PKB ini.

Secara positif, lanjut Yusup, upaya pengendalian Covid-19 justru sejalan dengan ibadah puasa Ramadan yang substansinya adalah bagaimana mengendalikan dan mendidik nafsu manusia. Pandemi menurut dia masih sulit untuk diprediksi kapan berakhir, sehingga satu-satunya prediksi paling terukur adalah dengan aktif mengendalikannya, termasuk melalui kebijakan pembatasan mobilitas sosial.

“Maka mari jadikan Ramadan sebagai momentum untuk mengendalikan laju Covid-19. Sebab dari puasa Ramadan kita belajar mengendalikan nafsu, keinginan dan angan-angan, sehingga harapannya kita menjadi lebih mahir memilah mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan, mana yang penting dan mendesak, mana yang bisa ditangguhkan. Dan kadangkala dibutuhkan pengorbanan kecil untuk mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar,” pesan Yusup mengakhiri. (sef)