Atasi Banjir Rob, Pemkot Gandeng Dewan Sumber Daya Air Nasional

by
DISKUSI - Pemkot Pekalongan menggandeng Dewan Sumber Daya Air Nasional (DSDAN) untuk membantu memberikan rekomendasi pengelolaan sumber daya air. Hal itu terungkap dalam kunjungan kerja DSDAN di Ruang di Ruang Jetayu Setda Kota Pekalongan, Senin (19/4/2021).

Adek Rizaldi menyebut, untuk menangani banjir rob di Kota Pekalongan agak berbeda caranya ketika menangani di Kabupaten Pekalongan. “Dari Kabupaten Pekalongan memang dari daratan yang mengalami penurunan dari sepanjang, itulah air laut masuk. Namun di Kota Pekalongan didominasi dari sungai-sungai utama yang notabene melimpas, artinya dari air laut masuk ke sungai, kemudian melimpas ke permukiman-permukiman masyarakat
penanganan sungai ini. Sangat ideal sekali jika kita bangun tanggul atau parapet di sepanjang sungai,” bebernya.

Namun melihat kondisi eksisting yang ditemukan di lapangan, sambung Rizaldi, ternyata banyak masyarakat yang bermukim di pinggir sungai. Sehingga bila ada pembebasan lahan, dikhawatirkan ada konflik sosia. Oleh karena itu, konsep yang diterapkan BBWS Pemali Juwana dengan mencoba menutup supaya air laut, supaya tidak masuk ke hulu sungai.

“Sehingga kami tutup di muara sungai dan disana dipasang titik kontrol, atau pengendali (bendung dan pintu air), apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, dan beda tinggi air sungai di hulu dan laut tinggi. Sehingga pintu bisa kami buka, sebaliknya apabila air laut tinggi dan air sungai di hulu rendah, pintu bisa kami tutup, disitulah fungsi pintu pengendali,” bebernya.

Untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, Rizaldi mengaku segera melakukan lelang paket pengerjaan. Diperkirakan sekitar 2 bulan pelaksanaan lelang sudah selesai. “Mudah-mudahan, akhir Juni atau awal Juli, sudah bisa pelaksanaan fisik di lapangannya. Kami mohon dukungan kepada Pemkot terkait masalah sosial, pembebasan tanah, kapal-kapal, sehingga saat pelaksanaan bisa lancar. Target kami pengerjaan ini, selama 3 tahun, yakni 2021 sampai 2023 dengan anggaran Rp 1,24 Triliun untuk 3 paket pengerjaan yakni di Sungai Lodji, Sungai Banger dan Gabus, penanganan tanggul pantai dari dana APBN
bisa direalisasikan.”

Sedangkan Anggota Dewan SDA, Indro Cahyono menegaskan, bila kunjungannya ke Kota Pekalongan dalam rangka ingin membuat rekomendasi bagaimana cara menanggulangi banjir rob di Kota Pekalongan. Karena banjir rob terbesar di sini, dan belum tertangani sepenuhnya.