Kocak! Begal Ini Takut Lihat Darah, Korbannya Dilukai Kemudian Diobati

by
pelaku begal sopir taksi online di bandung. pojoksatu

Aksi begal terjadi di Kota Bandung. Kali ini korbannya merupakan supir taksi online. Aksi pelaku terbilang unik, karena melukai korban dan juga mengobati korbannya.

Kastreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang menjelaskan bahwa pelaku berinisial AAM, kita amankan atas kasus tindak pencurian disertai kekerasan.

“Kejadian aksi pencurian dengan kekerasan (curas), tersebut terjadi pada tanggal 15 April lalu. Peristiwa bermula ketika pelaku memesan taksi online dari sebuah hotel yang terletak di wilayah Lengkong.

Lalu, korban datang ke lokasi untuk menjemput pelaku. Akan tetapi, selama di perjalanan, pelaku berulangkali mengubah tujuannya dengan alibi hendak menjemput kekasihnya,” jelas Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Senin (19/4).

Kasatreskrim menambahkan, pelaku kemudian minta berhenti ditengah jalan, tanpa sebab.

“Pelaku melakukan aksinya ketika kendaraan menemui jalan buntu dan sepi di Jalan Mekarwangi. Pelaku mengeluarkan sebilah pisau dan mengancam korban agar menyerahkan ponsel. Bahkan, pelaku pun melukai pergelangan tangan korban,” paparnya.

Melihat korban terluka dan mengeluarkan darah cukup banyak dari pergelangan tangannya, pelaku membawa korban ke sebuah hotel untuk mengobati luka korban.

“Korban luka di bagian pergelangan tangan cukup dalam. Dikarenakan panik melihat korban terluka, pelaku membawa korbannya ke hotel yang berada di wilayah Lengkong.

Di sana, resepsionis hotel melapor ke polisi karena menaruh curiga sebab melihat pelaku datang membawa korban yang bersimbah darah,” jelasnya.

Dari laporan resepsionis hotel, pelaku berhasil diamankan polisi.

“Mengamankan tersangka dan membawa korban ke rumah sakit kalau tidak segera ditolong bisa segera kehilangan nyawa,” kata dia.

Sementara, AAM mengaku membawa korban ke hotel setelah melukainya karena panik.

“Saya panik lihat korban mengeluarkan darah, aksi tersebut sudah direncanakan sejak dua hari yang lalu oleh saya,” jelasnya.

Dalam aksinya, Kasatreskrim memastikan AAM beraksi sendiri

“Pengakuannya masih kita dalami, tapi saat beraksi memang sendiri tidak ada yang menyuruh. Satu kali ini (melakukan)” paparnya.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 365 ayat 1 ke 4e KUHPidana dengan ancaman hukuman selama 12 tahun. (rif/pojoksatu)