Baznas Bantu Rehab RTLH Imam Masjid dan Musala

by

KOTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pekalongan memberikan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi rumah milik imam masjid dan imam musala yang membutuhkan. Untuk tahun ini, sebagai program percontohan Baznas menyiapkan empat bantuan rehab RTLH yang dibagi untuk empat kecamatan dengan masing-masing satu penerima per kecamatan.

Ketua Baznas Kota Pekalongan, Imam Suradji mengungkapkan, bantuan tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada imam masjid dan musala yang membutuhkan bantuan rehab. “Untuk besaranya kami berikan Rp 15 juta per rumah. Ini sebagai bentuk penghargaan karena banyak imam masjid atau imam musala yang tidak dibayar, hanya mengabdi,” tuturnya.

Untuk saat ini, kata Imam, baru ada satu usulan yang masuk yakni dari Kecamatan Pekalongan Barat. Pihaknya sudah mulai memproses usulan. “Kami sudah tinjau ke lapangan dan memang layak dibantu sehingga pekan depan proses rehab sudah bisa dimulai,” jelasnya.

Selain untuk imam masjid dan imam musala, Baznas juga membantu rehab RTLH bagi masyarakat umum yang dikerjasamakan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Dinperkim). Namun untuk masyarakat umum, anggaran yang disiapkan yakni Rp 10 juta per rumah.

Selain program rehab RTLH, selama Ramadan ini Baznas juga menganggarkan untuk program bantuan guru ngaji yang tak mendapatkan bantuan dari APBD. Imam mengistilahkan guru ngaji tersebut sebagai guru ngaji ‘kamisan’ yakni guru ngaji yang mengajar di rumah.

“Tahun lalu ada 350 guru ngaji yang kami bantu mungkin jumlahnya bisa bertambah atau berkurang. Nanti yang mengusulkan lurah, kami kirimkan daftarnya. Kalau statusnya masih guru ngaji maka akan dapat lagi. Kalau sudah berubah statusnya, atau sudah meninggal maka bisa diusulkan pengganti,” jelasnya.

Mengenai besaran, Imam mengatakan jika besaran disesuaikan dengan jumlah guru ngaji yang diusulkan. “Kami sesuaikan dengan pagu anggaran yang ada. Kalau tahun lalu kami berikan Rp 150 ribu,” tandasnya.(nul)