Evaluasi PTM Dilakukan Satu Minggu

by
BELAJAR - Kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Pekalongan dalam PTM.

KOTA – Uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dilakukan oleh beberapa sekolah yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Pekalongan akan dilakukan evaluasi selama satu minggu. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Drs Soeroso, MPd kepada Radar Pekalongan, Jumat (16/4/2021).

Ia menerangkan sebelum melakukan evaluasi PTM, pihaknya telah memantau sekolah-sekolah yang ditunjuk uji coba PTM selama hampir 2 minggu ini untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar dijalankan di lingkungan sekolah. Lebih lanjut, Soeroso menambahkan bahwa, setelah berakhirnya uji coba PTM akan dilakukan evaluasi pelaksanaan PTM selama 1 minggu.

“Alhamdulillah sampai hari ini belum ada kasus terkonfirmasi positif Covid-19 selama pelaksanaan uji coba PTM ini. Sudah bisa dilihat sendiri, sekolah sudah sedemikan baik menyiapkan protokol kesehatan secara ketat. Evaluasi PTM akan dilaksanakan selama 1 minggu, begitu diyakini semua berjalan, kami akan perluas uji coba PTM, yang memasuki simulasi minggu ini nanti akan diikutsertakan menjadi uji coba kembali dan ada rencana penambahan 15 sekolah di tingkat SMP sederajat untuk pelaksanaan uji coba PTM berikutnya,” papar Soeroso.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Pekalongan, Budi Hartati, MPd menjelaskan, bahwa persiapan uji coba PTM ini sudah jauh-jauh hari disiapkan sejak sejak SMA Negeri 1 Kota Pekalongan ditetapkan sebagai salah satu calon sekolah yang menyelenggarakan PTM dari 104 sekolah di Jawa Tengah baik dari sarana dan prasarana, pendataan siswa, hingga setting jadwal. Dalam pelaksanaan uji coba PTM ini, lanjutnya, dimulai 3 kelas saja yakni X IPA 6, X IPA 7 dan X IPS 1 yang terbagi menempati 6 ruangan, dengan setiap ruangan diisi 50 persen saja dari total setiap kelasnya. Tidak hanya pada saat di dalam kelas saja, pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat juga dilakukan mulai dari murid hendak masuk ke dalam sekolah, skema jalur masuk juga sudah disiapkan untuk menghindari kerumunan, hingga memastikan murid kembali ke rumah juga tetap dipantau melalui video call oleh wali kelas masing-masing via google meet.

“Di sisi pembelajaran tatap muka ini, guru mengajar menggunakan LCD, sementara kelas yang tidak melakukan PTM, kami tetap fasilitasi via daring. Murid-murid kami haruskan tidak boleh membawa motor sendiri, atau menggunakan kendaraan umum, mereka wajib diantar orangtua, ataupun jalan kaki atau naik sepeda. Kami juga sudah memplotting 3 guru untuk berjaga di luar sekolah pada saat murid-murid datang untuk memantau anak-anak jangan sampai berkerumun, dan anak masuk ke area sekolah harus terlebih dahulu cuci tangan dan di cek suhu. Murid yang hadir diwajibkan duduk di bangku sesuai nomor absen masing-masing, pada saat bel pulang pun mereka harus keluar sesuai urut absen. Dari sisi SDM guru pun semuanya dalam kondisi sehat, sudah melaksanakan tes rapid dan vaksinasi, dan kehadiran guru setiap harinya yang melaksanakan PTM hanya 75%, sisanya mengajar melalui daring,” pungkasnya. (mal)