ASN Dilarang Mudik

by
Asip Kholbihi

Nekat Mudik dan Miliki Gejala, Siap-siap Dikarantina

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melarang ASN di lingkungan Kabupaten Pekalongan untuk mengajukan izin mudik. Pemkab Pekalongan memastikan tidak akan mengizinkan ASN mudik.

‘’Memang di Kabupaten Pekalongan ini banyak ASN yang berasal dari luar kota, tetapi Insya Allah para ASN di lingkungan Kabupaten Pekalongan ini sudah memahami aturan main, sehingga tidak mengajukan izin untuk mudik pada hari itu. Dan pemerintah kabupaten juga tidak akan mengizinkan dalam rangka mengamankan instruksi dari pemerintah pusat,’’ tandas Bupati Asip Kholbihi, kemarin.

Pemkab Pekalongan siap mengamankan kebijakan pemerintah tentang larangan mudik Lebaran 2021. Bupati mengimbau warganya untuk mematuhi aturan tersebut demi keselamatan bersama.

‘’Kita sudah menerima surat edaran terkait dengan larangan mudik, tentu kita akan menyikapi dengan mengamankan kebijakan dari pemerintah pusat,’’ ungkap Bupati.

Hal tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kata Asip, karena belajar dari Lebaran tahun kemarin. Saat ada larangan mudik dari pemerintah pusat, warga Kabupaten Pekalongan yang berjumlah sekitar 55.000 orang tetap nekat pulang ke kampung halaman. Menurutnya, hal tersebut tidak boleh terulang kembali di tahun ini.

Selain itu, supaya tidak terulang kembali seperti tahun kemarin, dikatakan Bupati bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kapolres Pekalongan untuk membatasi pemudik di tahun 2021 ini. Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi dengan Paguyuban Warga Pekalongan yang ada di Jakarta supaya pembatasan mudik bisa dilakukan dengan baik.

‘’Kepada warga Pekalongan yang ada di Jakarta, saya mohon agar ikut mengamankan kebijakan pemerintah, demi keselamatan kita bersama,’’ ujarnya.

Bupati mengatskan hal yang paling penting saat ini adalah mewaspadai para pemudik yang datang ke wilayah Kabupaten Pekalongan dengan cara mengoptimalkan kembali program Gubernur, yaitu Jogo Tonggo.

Karena menurutnya program Jogo Tonggo ini yang harus diaktifkan kembali untuk mengantisipasi kalau ada beberapa warganya yang terpaksa pulang, maka harus ada langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Disinggung apabila ada warga Kabupaten Pekalongan yang pulang ke kampung halaman dari luar kota sebelum tanggal 6 Mei 2021 mendatang apakah akan dilakukan karantina terlebih dahulu, Bupati mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan hal tersebut.

‘’Tidak. Saya lihat, kecuali yang bergejala ya, dan sekarang ini sudah banyak yang pulang juga ini, tetapi karena kondisinya sehat-sehat saja maka tidak kita lakukan langkah-langkah tersebut. Tetapi tetap kita waspadai, karena dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan akan memantau terus perkembangan orang per orang warga masyarakat, terutama yang baru saja datang dari luar kota,’’ jelas Bupati.