Pertama di Batang, PT Batang Apparel Indonesia Miliki SLF

by

BATANG – PT Batang Apparel Indonesia menjadi perusahaan pertama di Batang yang memiliki Sertifikat Layak Fungsi (SLF). Sertifikat ini diserahkan langsung Kepala DPUPR Batang, Nur Seto kepada Direktur PT Batang Apparel Indonesia, Jeong Uson, Senin (12/4/2021). SLF ini diberikan lantaran perusahaan yang berada di Desa Wringingintung Kecamatan Tulis Batang ini bangunan pabriknya telah dinyatakaan memenuhi persyaratan kelaikan fungsi.

Compliance dan Health Safety Environment (HSE) PT Batang Apparel Indonesia, Zainal Abidin mengapresiasi DPUPR dan konsultan yang telah membantu dalam mendapatkan SLF yang pertama kalinya.SLF ini juga menjadi komitmen mereka untuk melindungi seluruh pekerja dan pihak terkait yang melaksanakan aktivitas di perusahaannya.

“Perusahaan Kami sangat komitmen terhadap keselamatan, kenyamanan pengguna pabrik. Perizinan dan lainya kita  sesuai peraturan perundangan – undangan ,” ungkapnya.

Konsultan Tenaga Ahli SLF, M Irwan Ardi menuturkan, untuk menjamin keselamatan, kenyamanan, kesehatan dan lainya dibutuhkan tenaga ahli yang berertifikat.Adapun tim teknis penguji dan pengkaji kelaikan fun HTgsi bangunan gedung PT Batang Apparel Indonesia untuk dapat memperoleh SLF yaitu M  Irwan ardi (team leader), Timbul Hadi W (Tenaga Ahli Arsitek), Eko Budi Wahyu W (Tenaga Ahli Struktur), Twin Gellen (Tenaga Ahli MEP), Riyasya Fahrisal Haq (Tenaga Ahli Administrasi) dan Nur Fithriani Fatma C (Dosen Fakultas Teknik USM). 

Dikatakannya dalam penilaian struktur, arsitektur serta lainya harus sesuai dengan daftar simak yang sudah disediakan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan juga peraturan – peraturan terkait SLF dari pusat maupun daerah.

“Tugas kami melakukan pengujian dan pengkajian dengan kesesuaian yang  ada di bangunan tersebut,” pungkasnya.

Kepala DPUPR Kabupaten Batang Nurseto mengatakan, SLF merupakan perintah dari regulasi UU No. 28  tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung, PP No. 36 tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28/2002 Tentang Bangunan Gedung, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 25/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 27/PRT/M/2018 Tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung.Selain itu SLF juga diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten atau Provinsi tentang Bangunan Gedung.

“Setelah pembangunan gedung ini selesai tentunya laik dan berfungsi apa tidak sebelum beroperasi. Maka kelayakan dibutuhkan SLF yang bisa dilakukan oleh konsultan atau tenaga ahli,” kata Nurseto.

Setelah dilakukan pengurusan perizinan, pelaporan dan pembuatan SLF, kata dia, Pemerintah Dearah untuk melegalisasikan.

“Kami tidak begitu percaya saja apa yang dilakukan tenaga ahli, Kami melalui tim melakukan cek kesesuaian kondisi bangunan seperti kajian yang dilaporkan. Ini semata – mata demi keselamatan, kenyamanan semua pengguna bangunan,” jelas Nurseto.

Kepala Seksi Pembinaan dan Penyelenggaraan Bangunan Gesung DPU PR Danang Purwanto menjelasakan, PT Batang Apparel Indonesia merupakan perusahaan dengan bangunan gedung baru yang semua data masih lengkap, sehingga cukup membantu konsultan atau tim ahli untuk mengkaji ulang data.

“Kita kaji dan melakukan cek semuanya dari mulai arsitektural, mekanikal elektrikal dan aksesibilitas bangunan, limbah dan juga kenyamanan kelembaban, suhu udara, kebisingan suara harus sesuai batas standar. Setelah sesuai standar kelaikan kuta serahkan SLF,” tandas Danang. (nov)