BTN Berikan Peluang Nelayan Miliki Hunian

by
PENANDATANGANAN – PT BTN Kantor Cabang Pekalongan bersama DPC HNSI dan Dislutkanak Kabupaten Batang melakukan Penandatanganan MoU di Perumahan Mutiara Batang, Senin (12/4/2021).

BATANG – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Kantor Cabang Pekalongan membuka peluang bagi masyarakat berpenghasilan rendah di sektor nelayan untuk bisa mendapat hunian melalui program Kredit Pemilikan Rumah Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (KPR BP2BT). Program ini merupakan hasil kerja sama antara Bank BTN dengan Kementerian PUPR yang diberikan bersama dengan subsidi uang muka kepada masyarakat yang telah mempunyai tabungan untuk pembelian rumah tapak dan pembangunan rumah swadaya.

Hal itu dibuktikan dengan adanya Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT BTN dengan DPC HNSI dan Dislutkanak Kabupaten Batang di Perumahan Mutiara Batang, Senin (12/4/2021).

“Jumlah nelayan di Batang cukup besar, sekitar 10 ribu orang, dan kebanyakan dari mereka belum memilik rumah. Tentunya hal ini menjadi peluang bagi kita untuk hadir membantu memenuhi kebutuhan nelayan di Batang agar bisa memiliki rumah,” ujar Branch Manager PT BTN Kantor Cabang Pekalongan, Erik Budi Setiawan.

Untuk bisa mengikuti program BP2BT ini, kata Erik, nelayan harus mempunyai tabungan di dalam sistem bank dengan ketentuan batasan saldo dengan periode paling sedikit tiga bulan terakhir. “Syarat batas minimal penghasilan tidak ada, tapi untuk batasan maksimal penghasilan ada, yakni Rp 6 juta. Jadi nelayan berpenghasilan lebih dari itu tidak bisa ikut program BP2BT,” ungkap Erik.

Dijelaskan, melalui program BP2BT ini para nelayan bisa mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah hingga mencapai sekitar Rp 40 juta. “Katakanlah harga jual rumah Rp 100 juta, dengan bantuan Rp 40 juta nelayan cukup pinjam di angka Rp 60 juta. Jadi angsurannya akan menjadi lebih ringan. Adapun untuk lama waktu angsuran bisa maksimal 20 tahun,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya harus melalui proses panjang sebelum melakukan MoU di sektor nelayan tersebut. PT BTN Kantor Cabang Pekalongan, kata Erik, harus mencari pola dan mitigasi untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.