Ribuan Botol Miras Berbagai Merek Dimusnahkan

by
MUSNAHKAN - Satpol PP memusnahkan minuman keras (miras) sebanyak 9.116 botol berbagai merek dan 2.756 liter miras oplosan.

*Hasil Razia Satu Setengah Tahun Satpol PP

KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melalui Satpol PP memusnahkan sebanyak 9.116 botol minuman keras (miras) berbagai merek dan 2.756 liter miras oplosan, Senin (12/4/2021) di Alun-alun Kendal. Berbagai produk minuman beralkohol tersebut merupakan hasil operasi Satpol PP selama kurun waktu satu setengah tahun.

Pemusnahan ribuan botol miras itu juga disaksikan Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, jajaran Forkopimda, serta para tokoh agama. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, miras yang dimusnahkan merupakan hasil operasi selama satu setengah tahun, sejak pertengahan 2019 silam, di seluruh wilayah Kabupaten Kendal. Razia miras ini menindaklanjuti Perda Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minuman Keras.
“Hasil razia miras kali ini terbanyak dari wilayah Kecamatan Kaliwungu, Weleri dan Sukorejo,” katanya.

Toni mengatakan, bagi penjual yang terkena razia dikenai sanksi tindakan pidana ringan (tipiring) berupa denda dan hukuman kurungan. Pada tahun tahun 2020 lalu, jumlah tersangka sebanyak 98, sedangkan di 2021 ini baru ada dua tersangka. “Hukuman terbesar yang pernah diputuskan berupa denda Rp 20 juta dan hukuman kurungan selama dua minggu,” terangnya.

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki mengatakan, razia miras ini rutin dilakukan oleh Satpol PP yang dibantu polisi dan TNI. Tujuannya untuk menciptakan wilayah yang kondusif, aman, damai dan nyaman supaya program pemerintah bisa berjalan dengan baik dan terarah demi terciptanya masyarakat yang aman dan sejahtera.

“Razia miras ini akan terus dilakukan selama masih ada yang menjual miras, termasuk razia narkoba dan anak-anak pengguna lem,” ujarnya.

Razia miras sendiri selain menjadi operasi rutin penegakan Perda No 4 Tahun 2009, terkadang juga sebagai tindak lanjut atas laporan yang diberikan masyarakat. Selain itu, operasi penegakan perda ini juga kian diintensifkan menjelang dan selama Bulan Suci ramadan, bersamaan dengan razia penyakit masyarakat lainnya. (lid)