Mudik Dilarang, Usaha Transportasi Kelimpungan

by
BEROPERASI - Sebuah bus PO Coyo tengah melintas di jalur Pantura Batang.

*Organda Minta Pemerintah Meninjau Ulang
*Wihaji Minta Pemerintah Pusat Beri Solusi

BATANG – Kebijakan larangan mudik membuat kelimpungan banyak pihak, salah satunya pelaku usaha jasa transportasi. Pasalnya, kebijakan yang meniadakan moda angkutan umum mudik lebaran selama tanggal 6-17 Mei 2021 itu bisa mematikan penghasilan perusahaan otobus dan lainnya, termasuk para pekerjanya.

Menanggapi hal tersebut, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Batang merasa keberatan atas kebijakan itu dan meminta pemerinta meninjau ulang larangan mudik tahun 2021. Pasalnya, para pengusaha sudah berharap besar di momen lebaran tahun ini bisa sedikit meraup pendapatan. Terlebih mereka sudah terdampak besar pada saat momen mudik tahun 2020 lalu.

Wakil Ketua DPC Organda Batang, Nur Hasan mengatakan, larangan beroperasi saat mudik cukup memberatkan pelaku usaha transportasi. “Saat ini kondisi pengusaha angkutan umum di Kabupaten Batang sudah cukup berat sejak awal pandemi di tahun 2020 sampai sekarang. Karena kami melihat kondisi sekarang sudah mulai bisa melakukan aktivitas ekonomi, wisata juga sudah mulai dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sudah berjalan baik. Itu menjadi harapan besar bagi para pengusaha dan pengemudi, tetapi malah sekarang ada pelarangan itu,” ujarnya.

Menurut Hasan, belum stabilnya pendapatan akibat dampak pandemi ditambah pelarangan mudik ini akan membuat pengusaha mau pun pengemudi semakin terpuruk.

“Sejak pandemi pendapatan sudah sangat menurun. Kalau pelarangan benar-benar diterapkan, pendapatan berhenti total, tidak ada pemasukan. Kemarin saja alhamdulillah terbantukan dengan BLT selama tiga bulan,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya saling berdiskusi antar organda di berbagai daerah, provinsi, dan pusat untuk mencari solusi atas kebijakan larangan mudik.

“Sikap kami saat ini masih saling berkoodinasi organda antar daerah provinsi maupun pusat untuk mencari solusi, nanti dalam waktu dekat kami ada pertemuan untuk membahas itu,” pungkasnya.