Ungkap 7 Kasus Narkoba, Polres Batang Duduki Peringkat Pertama di Polda Jawa Tengah

by
Kapolres didampingi PJU Polres Batang menunjukan barang bukti yang berhasil diamankan selama operasi Antik Candi 2021.

BATANG- Polres Batang menduduki peringkat pertama di jajaran Polda Jawa Tengah dalam ungkap kasus narkotika selama gelaran Operasi Antik Candi 2021. Prestasi tersebut diraih setelah berhasil mengungkap kasus narkoba mencapai 250 persen dibanding target yang ditentukan.

Selama operasi yang digelar sejak 15 Maret hingga 3 April 2021, Satresnarkoba berhasil menangkap 9 tersangka tindak pidana narkotika. Selain itu, mengamankan barang bukti sabu 4,46 gram, ganja 27,10 gram dan pil 775 butir pil hexymer.

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka mengatakan, selama Operasi Antik Candi, Satresnarkoba berhasil mengungkap 7 kasus tindak pidana narkotika. Hasil ungkap tersebut lima diantaranya merupakan target operasi, dan dua non target. Selain itu, juga berhasil mengungkap satu tindak pidana Undang-Undang Kesehatan.

“Selama Operasi Antik Candi Satresnarkoba Polres Batang berhasil mengamankan 9 tersangka, yakni tindak pidana narkotika 8 tersangka dan tindak pidana Undang-Undang Kesehatan 1 tersangka. Para pelaku sendiri ditangkap dibeberapa lokasi berbeda,” ungkap Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka didampingi Kasatresnarkoba IPTU Bambang Tunggono saat konferensi pers di Lobi Mapolres Batang, Kamis (08/04/2021).

Kapolres menjelaskan, capaian hasil tersebut melampaui dari target yang telah ditentukan dari Polda, yaitu 2 target operasi dengan kualifikasi barang bukti minimal 1 gram untuk narkotika jenis sabu dan 5 gram untuk jenis ganja.

“Terungkapnya tindak pidana narkotika tersebut berawal adanya informasi dari masyarakat, dan giat yang dilakukan oleh aparat kepolisian untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah setempat. Dan pada operasi Antik Candi 2021, Polres Batang menerjunkan 28 personel untuk melakukan deteksi beberapa lokasi yang dinilai rawan peredaran narkoba,” jelas Kapolres.

Lebih lanjut dijelaskan, dari hasil deteksi tersebut, pihaknya dapat mengungkap tindak pidana narkotika sebanyak 7 kasus dan tindak pidana undang-undang kesehatan 1 kasus, dengan jumlah 9 tersangka. “Kami tidak akan main-main menindak tegas terhadap para pelaku narkoba, karena hal ini akan merusak generasi penerus,” tegasnya.

Kapolres menambahkan saat ini sebanyak 9 pelaku diamankan di Mapolres Batang dan mereka akan dijerat pasal 112 ayat (1) dan pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. “Selain itu juga Undang- Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tandas Kapolres. (don)