Ibadah Ramadan Diperbolehkan

by
Kasiman Mahmud Desky.

**Jaga Jarak dan Patuhi Prokes

KAJEN – Ibadah wajib dan sunah di bulan Ramadan 1442 H seperti salat fardu lima waktu, salat Tarawih, tadarusan, kultum, dan buka puasa bersama diperbolehkan. Syaratnya, jaga jarak dan patuhi protokol kesehatan secara ketat.
Kepala Kemenag Kajen Kasiman Mahmud Desky, kemarin, mengatakan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada tanggal 5 April 2021 telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: SE. 03 Tahun 2021 Tentang Panduan Ibadah Ramadan Dan Idul Fitri Tahun 1442 H/2021. Dalam SE itu di antaranya disebutkan, sahur dan buka bersama dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti. “Kegiatan buka bersama diperbolehkan namun harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan. Harus patuhi prokes. Bukber boleh di rumah makan, namun kapasitasnya harus 50 persen dari ruangan di rumah makan itu. Prokes harus dipatuhi seperti cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, dan hindari kerumunan,” tandas dia.

Dikatakan, dalam SE itu dinyatakan jika pengurus masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah. Di antaranya, salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/musala. Protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

Disinggung jamaah yang biasanya justru membludak saat bulan Ramadan, Kasiman berharap pengurus musala atau takmir masjid bisa berinovasi sehingga jarak aman tetap terjaga. Seperti jamaah bisa memanfaatkan serambi masjid/musala, bahkan di teras-teras rumah warga jika jumlah jamaah membludak.

“Pengajian, ceramah, tausiyah, kultum Ramadan dan kuliah subuh paling lama dengan durasi waktu 15 menit,” kata Kasiman.

Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan penerapan prokes secara ketat. “Ibadah baik yang wajib maupun sunah diperbolehkan, namun harus jaga jarak dan mematuhi prokes secara ketat,” ujar dia.