Beli Solar Subsisi Dijual ke Nonsubsidi

by
DIAMANKAN -Jajaran Polres kendal menangkap sopir truk yang menyalahgunakan BBM bersubsidi jenis solar yang dijualnya dengan harga non subsidi.

**Polisi Tangkap Sopir Truk Tangki 5.000 Liter

KENDAL – Jajaran Polres Kendal menangkap sopir truk yang menyalahgunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang dijualnya dengan harga non subsidi. Bahan bakar jenis solar tersebut dibelinya di SPBU sepanjang pantura dengan menggunakan truk berisi tangki minyak yang dihubungkan dengan tangki solar. Sehingga secara otomatis solar langsung masuk ke tangki penimbunan.

“Sopir truk ini bernama Panca Kurniawan warga Dukuh Sewengi RT 02 RW 03 Desa Kembang, Kecamatan Ampel, Boyolali. Solar bersubsidi yang dibelinya dijual untuk pabrik dengan harga nonsubsidi,” kata Kapolres Kendal AKBP Raphael Shandy Cahya Priambodo, melalui Waka Polres Kompol Donny Eko Listianto, saat gelar perkara sebanyak 14 kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Polres Kendal, Rabu (7/4/2021).

Donny mengungkapkan, sopir truk Panca Kurniawan diamankan petugas tanggal 22 Maret 2021 di SPBU Pertamina di Desa Gondang, Kecamatan Cepiring. Penangkapan tersangka dilakukan atas dugaan perkara tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak yang di subsidi pemerintah. Yakni sesuai dengan pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 2 tahun 2021 tentang Minyak dan Gas Bumi.

“Modus operandinya tersangka membeli bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah dengan menggunakan satu unit truk Mitsubishi Nopol AD 8607 BC yang di dalam bak truk terdapat tangki berukuran 5.000 liter yang digunakan untuk menampung bahan bakar minyak solar subsidi sebanyak kurang lebih 252,42 liter,”ungkapnya.

Donny menjelaskan, bahwa BBM jenis solar bersubsisdi dibeli tersangka dari beberapa SPBU di wilayah pantura Kendal. Karena tak mengantongi izin pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah maka petugas mengamankan tersangka saat sedang membeli bahan bakar minyak di SPBU Gondang.
“Petugas curiga dengan truk yang tengah membeli bahan bakar minya jenis solar bersubsidi di SPBU tersebut. Kemudian ditanya dan sopir truk ini tak bisa tunjukkan izin pengangkutan dan atau niaga BBM yang bersubsidi,” terangnya.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan satu unit truk dan uang sebanyak Rp 10. 200 ribu serta stnk mobil truk. Akibat perbuatanya itu, tersangka dijerat dengan pasal 55 UU No. 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, yakni dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar. (lid)