Razia di Kamar Napi, Petugas Sita Barang-Barang Terlarang

by
BARANG BUKTI - Kalapas Kelas IIA Pekalongan Agus Heryanto didampingi Kasat Narkoba Polres Pekalongan Kota, Kapolsek Pekalongan Utara, perwakilan Kodim Pekalongan, dan BNN Batang menunjukkan hasil tes urin dan sejumlah barang yang ditemukan dalam razia di kamar napi lapas setempat, Selasa (6/4/2021) malam.

KOTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan menggelar razia serentak di kamar-kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana (napi) setempat, Selasa (6/4/2021) malam.

Razia ini melibatkan aparat penegak hukum gabungan dari jajaran Polres Pekalongan Kota, Kodim 0710/Pekalongan, BNN Kabupaten Batang, Rupbasan, serta Bapas Pekalongan.

Sasaran razia yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu antara lain narkoba maupun barang-barang terlarang lainnya. Petugas memeriksa seluruh blok dan kamar hunian napi.

Hanya saja, setelah sekitar dua jam razia, petugas tidak menemukan narkoba. Petugas hanya mendapatkan puluhan barang-barang atau benda yang tidak boleh ada di kamar napi. Antara lain piring dan gelas kaca, korek api, sendok logam, pisau cutter, paku, gunting, gantungan baju terbuat dari logam, dan beberapa barang terlarang lainnya. Barang-barang tersebut kemudian disita petugas.

Selain itu, hasil tes urine terhadap 17 napi yang dicurigai terindikasi memakai narkoba juga negatif.

Kalapas Kelas IIA Pekalongan Agus Heryanto menuturkan bahwa razia serentak ini dalam rangka Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 Tahun 2021. Tujuannya adalah sebagai salah satu upaya memberantas masih adanya peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam lingkungan Lapas maupun Rutan yang ada di Indonesia.

“Dalam pelaksanaan razia atau penggeledahan ke seluruh blok tahanan ini sebagai langkah keseriusan kami untuk terus berkomitmen memberantas peredaran narkoba khususnya di Lapas Kelas IIA Pekalongan bersama aparat penegak hukum dari kepolisian Polres Pekalongan Kota,TNI Kodim 0710/Pekalongan, BNN Kabupaten Batang, Rupbasan dan Bapas Pekalongan,” jelas Agus.