Hidup Banyak Hutang, Istri Satpam Pilih Akhiri Hidupnya, Dua Anaknya Tewas Dibekap

by
Ilustrasi. Net

Kejadian tragis menimpa keluarga Asep Burhanuddin. Dirinya dibuat kaget saat pulang kerja, dirumahnya melihat istrinya tergantung di tiang pintu kamar, Rabu (7/4) sore sekira pukul 16.00 wib, di kampung Margamulya, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat.

Betapa kagetnya Asep, saat melihat istrinya tergantung dan dua anaknya yang masih balita tergeletak meninggal dilantai rumahnya.

Kapolsek Cipatat Kompol Yana Supyana saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tragis tersebut.

“Kejadiannya pukul 16.08 wib, korban berjumlah tiga orang, satu dewasa dan dua balita,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi, Kapolsek menjelaskan bahwa tidak ada tanda tanda terjadinya kekerasan terhadap ketiga korban.

“Korban orang dewas atas nama Dina Rosdiana, dan dua anak kecil YT (4 tahun, jenis kelamin perempuan), serta AAB (2,5 tahun jenis kelamin laki-laki),” jelasnya.

Kapolsek menjelaskan, kronologis kejadian berawal dari Saksi Reja yang menerima pesan WA dari suami korban ( Asep Burhanudin), agar mengecek rumah korban sekitar pukul 14.30 wib.

“Saksi ini mengecek keberadan korban di rumahnya karena ketika itu suami korban sedang menjalankan pendidikan Satpam di daerah Cileunyi istrinya dihubungi tidak ada jawaban kemudian Reja menggedor pintu rumah korban sebanyak 3x namun tidak ada respon,” paparnya.

Reja lalu melihat dari lubang atas pintu dan terlihat anak anaknya sedang terlentang nampak sedang tertidur.

“Melihat kondisi didalam rumah Asep, Reja melaporkan kembali kepada Asep selaku suami korban,” terang Kapolsek.

Lalu sekitar pukul 16.00 wib saksi atas nama Evi dan Leni sedang berada di teras rumah, melihat suami korban datang dari arah atas rumah menuruni tangga dan sesampainya di depan rumahnya suami korban menggedor pintu.

“Karena tidak ada jawaban suami korban terlihat mendobrak pintu rumah dan terdengar teriakan dari suami korban dan dikira oleh saksi sedang bertengkar namun setelah suami korban keluar dan berteriak “Evi, si Dina Bunuh Diri” dan dari situ saksi terkejut dan langsung menghampiri ke tempat kejadian dan benar terlihat korban sudah dalam keadaan meninggal,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan, bahwa hasil dari olah TKP ditemukan rumah dalam keadaan terkunci dari dalam dengan akses masuk ke lokasi dua pintu dimana satu pintu samping yang terselot dari dalam dan pintu depan yang terkunci dengan posisi anak kunci menempel.

“Hasil olah TKP tidak ditemukan adanya bekas paksaan masuk kedalam rumah. Keadaan anak-anak korban tidak ada tanda-tanda kekerasan diduga korban dibungkam karena adanya kain yang menutupi muka korban anak-anak,” jelasnya.

Posisi korban Dina Rosdiana Yulianti pada waktu dilihat oleh suaminya posisi gantung diri di tiang pintu kamar dengan menggunakan kain selendang.

“Dari kejadian ini, ditemukan adanya surat yang dibuat oleh korban yang berisi keluhan dan memiliki beban utang serta kata *”Pamit”,” jelasnya.

Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di TKP tersebut di atas diduga kuat korban anak-anak dibekap oleh Ibunya (korban Dina) yang selanjutnya melakukan bunuh diri dengan cara menggantung diri.

“Barang bukti yang diamankan di lokasi kejadian yakni kain selendang yangdi duga di gunakan untuk gantung diri korban, sisa sisa makanan anak serta buku catatan yang berisi curhat atau keluhan korban terkait serta pamit,”pungkasnya. (rif/pojoksatu)