Kembangkan Budidaya Porang, Petani dari Kabupaten Pekalongan Ini Dapat Keuntungan Berlipat Ganda

by

WONOPRINGGO – Porang yang dulu jadi tumbuhan liar sekarang jadi primadona bagi petani di Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Pekalongan.

Salah satu Petani porang di Kabupaten Pekalongan khususnya di Wonopringgo juga mulai membudidayakan porang. Hasilnya pun tidak main-main.

“Enaknya budidaya porang, selain perawatannya yang mudah juga pembelian bibit hanya sekali untuk selamanya,” Ujar Azizu Rahman, Petani porang di Wonopringgo, Rabu (7/4/2021).

Karena jika menanam porang, akan muncul bibit baru ditumbuhan porang sekitar 5 bibit.

Harga Jual porang sendiri juga menguntungkan dengan harga Rp. 8.000 – 10.000 per kilogram, padahal harga bibitnya hanya Rp. 1.000 saja.

Saat ini Azizu Rahman sudah mempunyai lebih dari 1 kebun yang ditanam porang dengan luas 1 hektar.

“Alhamdulillah saat ini sudah ada 3 kebun porang, rencana kedepan akan tambah lagi,” inginnya.

Porang yang sudah panen, nantinya akan dijual ke pabrik di Jawa Timur dan dimanfaatkan dengan diolah menjadi tepung yang dipakai untuk berbagai bahan baku industri diantaranya seperti bahan makanan (beras porang, mie), kosmetik, lem, farmasi, dan beberapa sub industri juga membutuhkan tepung olahan dari umbi porang.

“Olahan porang sendiri nanti dijual ke luar negeri, yang sudah rutin yakni ke Jepang, Cina dan Korea Selatan,” terangnya.

Pengiriman ke pabrik sendiri ada syaratnya, yakni ukuran porang minimal 1/2 kilogram dan jumlah minimal pengiriman 8 ton.

Azizu Rahman menilai bahwa budidaya porang ini sangat menarik didunia pertanian dan prospeknya masih bagus.

“Semoga petani di Kabupaten Pekalongan bisa mencoba budidaya porang karena prospek kedepannya masih bagus dan nilai ekononi juga menguntungkan,” tandasnya.