Bupati Batang Keluarkan Surat Teguran untuk Sekolah yang Tak Patuh Prokes

by
PEMANTAUAN - Bupati Wihaji bersama sejumlah pimpinan OPD saat memantau jalannya proses awal PTM di sebuah sekolah, belum lama ini.

BATANG – Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di satuan pendidikan SD dan SMP di Kabupaten Batang, hingga kini belum ditemukan adanya murid ataupun guru yang terpapar Covid-19.

Namun ada sekolah yang mendapat surat teguran dari Bupati Batang, Wihaji akibat kurang ketat dalam penerapan protokol kesehatan.

“Berdasarkan hasil monev PTM yang dilakukan sejak 7 Maret, hingga sekarang alhamdulilah tidak ada masalah dan klaster baru Covid-19 di satuan pendidikan. Namun pengawasan ketat tetap kita lakukan,” ungkap Bupati Wihaji saat ditemui di kantornya, Rabu (7/4/2021).

Meskipun belum ada kasus, namun dari hasil monev ditemukan adanya pelanggaran Prokes disatuan pendidikan. Yaitu adanya siswa yang membawa masker tapi di dalam kelas tidak di pakai, karena merasa sudah jaga jarak.

“Bagi sekolah yang teledor dalam mengawasi peserta didiknya, kita sudah surat peringatan pada pihak sekolah. Hal itu didasarkan dari temuan adanya siswa yang tidak menggunakan masker dengan benar,” jelas Bupati Wihaji.

Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan hasil monev dari 90 persen satuan pendidikan yang melaksanakan PTM, sudah sesuai protokol kesehatan (Prokes) yang dikeluarkan oleh Pemkab.

“Alhamdulilah selama satu bulan ini tidak ada penambahan Covid-19 dari satuan pendidikan, penambahan semuanya dari klaster keluarga. Untuk kasus Positif sendiri saat ini tinggal 117 kasus, isolasi mandiri tinggal 82 orang. Ini artinya terus tirun, semoga semakin turun dan selesai. Hal itu tidak terlepas dari penerapan PPKM Mikro dan vaksinasi,” beber Wihaji.

Meskipun kasus Covid-19 di Batang melandai dan tidak adanya guru ataupun murid yang terpapar, namun Bupati Wihaji belum berani mengeluarkan kebijakan memaksimalkan PTM di semua satuan pendidikan SD dan SMP.

“Untuk sekolah yang menggelar PTM tetap hanya yang berada di zona hijau saja, sedangkan yang zona merah saya pastikan tetap tidak laksanakan PTM seperti Kecamatan Batang. Namun jika nanti statusnya turun, maka tidak menutup kemungkinan PTM bisa diselenggarakan,” tandas Wihaji. (don)