Anggota MPR RI Ajak Masyarakat Bendung Radikalisme dengan Pertahankan Nilai Kebangsaan

by
SOSIALISASI - Anggota MPR RI Fraksi Kebangkitan Bangsa MF Nurhuda Y saat mensosialisasikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung MWC NU Warungasem Kab Batang, Rabu (7/3/2021). Istimewa

BATANG – Peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan aksi penembakan di Mabes Polri menjadi peringatan bagi seluruh elemen masyarakat agar bekerja sama membendung faham radikalisme di Indonesia. Oleh karenanya, perlu upaya mempertahankan nilai-nilai kebangsaan untuk membendung radikalisme.

Hal ini seperti disampaikan Anggota MPR RI Fraksi Kebangkitan Bangsa MF Nurhuda Y saat melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung MWC NU Warungasem Kab Batang, Rabu (7/3/2021). Menurutnya, faham radikalisme dan terorisme bisa dilawan dengan benteng nilai-nilai kebangsaan.

“Beberapa waktu lalu Bangsa Indonesia kembali dikejutkan oleh aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan aksi penembakan di Mabes Polri. Peristiwa tersebut menjadi peringatan nyata bagi kita untuk bersama-sama memerangi faham radikalisme yang menjadi cikal bakal aksi terorisme.” ujar lelaki yang akrab disapa Huda ini.

Lebih lanjut,salah satu cara membendung faham radikalisme di Indonesia adalah dengan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan yang dirangkum dalam Empat Pilar Kebangsaan.

“Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan menjadi penting dalam membendung faham radikalisme di Indonesia. Lewat Internalisasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika rakyat Indonesia akan merasa nyaman, aman dan tentram,” imbuhnya.

Pengamalan nilai-nilai empat pilar menjadi inti sebuah bangunan dan memperkokoh jiwa kebangsaan dan nasionalisme dalam membangun negeri.

“Empat pilar kebangsaan di ibaratkan seperti soko guru yang menjadi inti sebuah bangunan. Pilar adalah tiang penyangga agar bisa berdiri secara kokoh. Bila tiang rapuh maka bangunan akan mudah roboh.” Lanjut lelaki yang juga Sekretaris Bidang Kaderisasi DPP PKB.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, acara tersebut dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengurus organisasi kemasyarakatan dari berbagai tingkatan.(nov)